Friday, October 23, 2009
Saturday, October 17, 2009
To Allah shall we return...
Sedih. Dan merasa tak berdaya.
Verily we belong to Allah and to Allah shall we return.
Aku kehilangan tikus gendutku*, kedua kalinya dalam minggu ini. Pertama kalinya terjadi ketika proses scanning, tiba-tiba pernapasan si tikus melemah dengan cepat sebelum akhirnya menjadi nol. Kemungkinan besar karena dosis anestesi yang diberikan terlalu besar. Seharusnya kejadian ini bisa dihindari, andaikan kami (baca: aku) tidak terlalu konsentrasi ke urusan lainnya yang membuat aku tidak memperhatikan masalah ini.
Kedua kalinya, ketika proses recovery setelah scanning. Di sesi terakhir dari 12 sesi scanning dua minggu ini. Sesi yang sulit dan panjang karena postur tubuh tikus dan metabolismenya membuat proses scanning tidak sesuai standar biasa. Setelah bangun dari 4,5 jam proses scanning, tikus tersebut tampak normal. Refleks kembali normal, bahkan, tikus ini sempat berjalan-jalan di inkubatornya. Namun 1 jam setelah itu, ketika aku akan mengembalikan dia ke kandangnya, dia tampak sangat lemah.. kemudian tidak bergerak lagi.
Ya Allah..
Sepanjang perjalanan pulang, aku melamun. Apa yang salah?
Dan setelah analisis panjang di dalam kepala, apapun itu yang salah di proses tersebut... tiba-tiba aku tersadarkan betapa beratnya tanggung jawab menjadi seorang VO***. Sungguh bukan hal yang main-main ketika aku mengajukan proposal studi ke Animal Experiment Committee beberapa bulan yang lalu itu.
Astaghfirullah...
Semoga tanggung jawab ini bisa aku jalankan dengan lebih baik, dan bantulah aku meluruskan niatku, ya, Allah...
* tikus diabetes, di usia 7 minggu beratnya sekitar 32 gram (tikus normal: 20 gram).
** urusan monitoring fungsi tubuh tikus
*** verantwoordelijk onderzoeker: responsible researcher
Sunday, October 11, 2009
SHVM 2009
Wuiiih... udah lama banget berniat meng-update blog, tahu-tahu waktu berlalu begitu saja!
Akhir Agustus yang lalu saya pergi ke Padua, sekitar 50 km dari Venezia, Itali untuk mengikuti seminar. Seminar ini adalah konferensinya "Society for Heart and Vascular Metabolism" (SHVM). Kelompoknya cukup kecil, peserta konferensi hanya sekitar 150 orang, dan dalam 3 hari konferensi saya sudah cukup bisa mengingat wajah dan siapa saja orang-orang penting dalam dunia ini. Dibandingkan dengan konferensi besar yang saya ikuti beberapa waktu lalu, konferensi kecil seperti ini terasa lebih hangat dimana orang-orang saling mengenal satu sama lain.
Untuk saya sendiri, konferensi ini membuat sakit kepala karena banyak sekali ilmu baru, dan juga membuat cemas :D. Cemas karena begitu banyaknya hal-hal yang rasanya di luar jangkauan! Bahkan untuk beberapa sesi, saya sama sekali tidak familiar dengan hal-hal tersebut, belum lagi ditambah cara pandang yang berbeda-beda karena orang-orang di situ dari keahlian yang berbeda-beda.
Tujuan supervisor saya mengajak saya datang kesini adalah karena kita akan menggunakan teknologi yang dikembangkan di lab kita untuk terjun ke dalam bidang ini, sehingga kita perlu untuk mencari inspirasi, belajar lebih banyak, dan berkenalan dengan orang-orang di situ. Memang, seminarnya sendiri sangat menarik, dan saya bisa mendengar langsung dari orang-orang yang namanya biasanya hanya saya baca dalam jurnal-jurnal ilmiah. Tapi di sisi lain, seminar ini membawa tekanan tersendiri: apa yang harus saya capai dalam 4 tahun ke depan? Rasanya banyak sekali yang harus dikejar, di saat semua orang sudah berlari.. saya masih belajar merangkak.
Dalam 3 hari seminar, setiap malam selalu penuh dengan acara-acara untuk bersosialisasi. Di malam pertama kami diundang untuk menikmati resital musik kamar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-100 Richard Bing. Profesor Bing adalah seorang cardiologist yang telah berkontribusi besar di bidang metabolisme jantung, dan juga seorang komposer musik. Di malam kedua, gala dinner. Yang paling lucu adalah, di sesi terakhir hari itu pembicaranya menerangkan tentang hasil penelitian mereka bahwa makan makanan berlemak tinggi di malam hari (di akhir masa aktif tubuh) lebih beresiko terhadap jantung dibandingkan di pagi hari (ayo, yang suka makan "besar" untuk makan malam, hati-hati ya ;) Untung saja panitia tidak memutuskan untuk membatalkan gala dinner malam itu :-). Hahahaha.
Dua hari berikutnya kami habiskan berjalan-jalan di Venezia. Kali ini berarti kunjungan kedua bagi saya, dan saya lebih menikmatinya daripada kunjungan pertama! Rasanya Venezia terasa lebih hidup.. mungkin karena cuaca cerah (dan sangat panas dan lembab!!) dan juga banyak turis. Tapi selain itu juga, entah kenapa kali ini Venezia terlihat lebih cantik...


