Monday, April 25, 2011

Mentari 16 bulan


Wow.

Mentari 16 bulan. Berarti udah setengah tahun absen dari blog! Seperti biasa, yang bisa ditulis sebenernya banyak banget, tapi nyari waktu dan terutama mood-nya itu yang susah. Hiks. Padahal menulis itu penting, ya. Penting karena segala sesuatu itu terus berubah, dan kalau ga tertuliskan, bisa-bisa hilang dan tak termaknai.

Mentari berubah banyak sekali dari usia 10 bulan ke 16 bulan. Ia telah bertumbuh dari bayi menjadi putri kecil, walaupun dalam momen-momen tertentu ia masih terlihat seperti bayi. Mentari berkembang banyak sekali, dan kami orang tuanya bangga. Saya sering terharu melihat kemampuannya sekarang. Bayi yang dulu kecil sekali sekarang sudah menjadi seperti ini! Rasanya seperti mimpi.

Jadi ingat, menjelang usia 1 tahun, gigi Mentari mulai muncul dua buah di bawah. Pertama kali saya menyadarinya adalah ketika saya menjenguknya di daycare jam makan siang. Waktu saya melihat bakal gigi putih-putih ini, saya bahagia sekali. Rasanya hilang semua pikiran. Ketika saya kembali ke kampus, saya lantas saja cerita dengan antusias kepada teman kantor yang saya temui. Tapi apa komentar teman saya itu? Dia bilang, "Kenapa kok kamu bahagia sekali? Itu kan hanya gigi..."

Buat kami orang tuanya, itu bukan hanya gigi.

Setidaknya buat saya, ibunya, itu sebuah karunia. Bahwa kami telah dikaruniakan sebuah putri kecil yang terus bertumbuh dan berkembang. Dan juga kami sebagai orang tuanya juga ikut bertumbuh dan berkembang bersama-sama. Dan juga prestasi. Bahwa kami "survive" (or more than survive?) jadi orang tua. She is our miracle.

Setelah punya anak ini, saya baru betul-betul bisa mengerti "kenorakan-kenorakan" para orang tua. Misalnya, luapan rasa bahagia yang kadang-kadang dianggap oleh saya, anaknya, berlebihan, ketika misalnya naik kelas, lulus sekolah, dan lain-lain. Saya dulu berpikir, kenapa sih si ibu ini, gitu-gitu amat.. ini kan "cuma" kenaikan kelas. Well, sekarang saya tahu dan betul-betul merasakan, itu bukan "cuma". Sekarang saya gampang sekali tersentuh untuk hal-hal yang berhubungan dengan orang tua-anak. Ketika saya menonton TV yang menceritakan tentang seorang anak luar biasa, yang langsung hinggap di kepala saya adalah, betapa bangga orang tuanya. Atau sebaliknya, ketika ceritanya tentang sesuatu yang buruk, hati saya ikut teriris membayangkan betapa hancur perasaan orang tuanya.

Luar biasa hadiah yang saya dapatkan dari seorang Mentari.

Seorang putri yang membuat saya menyadari bahwa "there is more to life". Kehadiran Mentari membuat saya semakin produktif dan berusaha untuk "live life to the fullest". Hidup saya jauh lebih sibuk (hmm, sibuk, bervariasi, mungkin).. dan yang paling penting adalah "I feel more alive".

Anyway... rangkuman dari usia 10 bulan sampai 16 bulan:

- Setelah bisa duduk sendiri, terus bisa main sambil berdiri dengan sandaran, terus merambat, dan sekarang masih berlatih untuk bisa berjalan sendiri.
- Setelah terus-terusan merangkak dengan perut (merayap ya istilahnya?) sampai usia 12 bulan, akhirnya Mentari bisa merangkak tanpa perut (dan cepat sekali geraknya!)
- Makan dengan pintar memakai tangannya, atau dengan sendok yang sudah diisikan, dan sekarang bisa mengambil sendiri makanan dari piring dengan sendoknya dan memasukkannya ke mulut tanpa jatuh (ini bagian perkembangan Mentari yang benar-benar membuat saya terkagum-kagum akan kemampuan bayi untuk belajar!).
- Minum dengan gelas di usia 12 bulan (awalnya harus dipegangi dan tumpah-tumpah), sekarang bisa mengangkat gelasnya sendiri.
- Kata pertamanya: jatuh (kalau ada barang yang jatuh atau dia jatuhkan), lalu sekarang bisa bilang ayah, dah (sudah), ya, dan nana (nenen). Kalau lagi keliling-keliling merangkak, terus kalau haus bisa datang dan bilang "nana". Kalau terbangun malam-malam dan pengen nenen juga bilang setengah sadar, "nana" (siapa yang bisa menolak? :).
- Sudah bisa tepuk tangan, melambaikan tangan, kiss bye, cium ibu dan ayah. Dan bisa melakukan kegiatan yang benar kalau diminta (contoh: cium ibu dong, Mentari! terus nanti dicium deh sama Mentari :). Oh ya, kalau kita bilang, "Mentari pinter!".. terus nanti dia langsung tepuk tangan (ini jangan-jangan karena kita selalu tepuk tangan ya kalau bilang Mentari pinter :).
- Sekarang kalau mau pergi, bisa ambil sepatu sendiri terus ditempel-tempelkan ke kaki sambil kakinya ngangkat-ngangkat minta dipasangkan.
- Kalau pakai baju, kooperatif sekali, tangannya masuk sendiri. Sekarang bajunya diambil sendiri dan ditempelkan di kepala :).
- Sekarang lagi senang meniru. Kemarin dia sempat demam, terus kita pakai termometer telinga. Sekarang kalau lihat termometer itu, termometernya dipasang ke telinga! (Ngukur suhu sekarang jadi gampang banget, deh!) Kalau kita lagi sholat, ikut sujud. Kalau saya lagi beresin baju, ikutan. Saya lap meja, ikutan juga. Kita harus semakin hati-hati, nih.
- Sekarang lagi ingin melakukan segala sesuatu sendiri, dan kita dilarang bantu!

Dan banyak lain-lainnya...
Oh, Mentari. Ibu sayang sekali.


***

Note: foto Mentari di atas foto hari ini: 16 gaya :-) Kita lagi beres-beresin barang-barang lama, termasuk kursi bumbo ini. Tahunya Mentari minta duduk di situ, hehe. Nostalgia kali ya? :)



Labels:

2 Comments:

Blogger intan said...

selamat mentari:):) semakin lama kita semakin sadar ya Des, kalo anak kecil itu belajar cepet sekali....

5:16 PM  
Blogger fuzzydesi said...

eh ga keliatan ada bundanya Zafira ngasih komen :-) Iya, cepet banget yaaa... baru aja baca Zafira 21-22 bulan.. belajar kata-kata barunya banyak banget yaaaa... *amazed*

8:02 PM  

Post a Comment

<< Home