Wednesday, May 03, 2006

Sepeda!


Ik heb een mooie fiets!

Akhirnya saya punya juga sepeda milik sendiri, dapat dengan "hanya" 30 euro, untuk sepeda second hand berkondisi baik, ber-rem tangan (di sini rata-rata sepeda ber-rem kaki) dan bisa pindah gigi, harga ini sangatlah murah. Sebelumnya sempat jalan-jalan ke toko-toko sepeda second juga, mereka menawarkan harga di atas 125 euro, bahkan sampai 225 euro. Tapi memang, teman saya bilang, tempat saya beli sepeda ini memang tempat yang paling murah. Hanya saja persediaan dia terbatas, untuk akhirnya mendapatkan sepeda yang saya beli hari ini, saya membutuhkan 5 kali bulak-balik kesana. :)

Akhirnya, saya tidak perlu lagi tergantung pada jadwal bus dan tram, atau juga jalan kaki kalau terpaksa. Dan yang paling menyenangkan, saya sekarang bisa melalui jalur favorit dengan sepeda. Jalur dari rumah ke kampus lewat jalur selatan, yang sebelumnya hanya mungkin ditempuh dengan berjalan kaki. Indah sekali. Kiri kanan masih banyak hutan kecil. Jalan sepanjang itu sebagian besar hanya untuk sepeda dan pejalan kaki, bahkan pada beberapa bagian hanya berupa jalan setapak. Setelah lewat dua blok ke arah timur, ada kanal besar yang dilewati. Rasanya kalau berjalan lewat utara, yang terlihat adalah kendaraan dan bangunan. Meskipun juga lalu lintasnya tidak padat, karena penduduk Delft hanya 90 ribu orang.

Pagi hari ini saya bertemu dengan Dr. Edward Valstar, salah seorang koordinator BME TU Delft, yang juga bekerja di bagian ortopedi LUMC. Beliau sangat ramah dan helpful. Beliau berjanji akan menghubungkan saya dengan kepala departemen di LUMC untuk kunjungan saya kesana. Selain itu, ternyata profesor saya, Pak Paddy French, di tengah-tengah kesibukannya dalam mempersiapkan kunjungannya ke Jepang, juga sudah menghubungi kolega-koleganya yang lain. *Duh, makasih banyak ya, Pak :)* Mudah-mudahan urusan kontak-mengontak ini menjadi lebih lancar. Dan berarti sekali lagi terbukti, bahwa network itu memang sangat penting.

Hari ini, selain hal-hal baik tadi, untuk pertama kalinya, saya sebal sekali dengan para pembuat virus. Terutama virus brontok yang meresahkan ITB beberapa saat lalu. Tanpa saya ketahui ternyata flash disk saya menderita si brontok. Dan saya juga baru tahu (duh), bahwa si brontok ini bersembunyi dalam file .exe di sekian banyak folder dalam flash disk saya. Apa artinya sebaiknya jangan membuat folder ya? :) Hari ini si brontok telah menyerang komputer seorang anak PhD di lab, ketika saya akan mengambil data percobaan dari komputernya. Waduh, saya bisa diserang orang satu lab kalau sampai brontok tadi sudah menyebar lewat jaringan. :-s "Ini orang Indonesia, dateng-dateng belum ngapa-ngapain, baru bisa ngerepotin profesornya, eh udah nularin penyakit :p"

Duh, mudah-mudahan ilmu yang saya punyai tidak malah akan menjadikan kesulitan bagi orang lain.
Amin.

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

he he he..di belanda mang lebih enak pake sepeda ya?? klo di bandung kayaknya harus saingan ama yg laen trtm angkot kali ya..wah ternyata delft di kota kecil ya..kayaknya menyenangkan

12:39 PM  
Blogger rizli said...

Gpp lah... bagi2 souvenir virus dari Indo... hehehheheh :p

7:56 PM  
Anonymous Anonymous said...

mBak Qonita, apa bisa menolong saya mengusahakan untuk mengirim sepeda seperti itu ke Jogja? Berapa kira-kira biayanya ya? Lewat kapal saya dengar lebih murah. Terimakasih banyak sebelumnya. Saya benar-benar ingin punya sepeda Londo asli dari Londo sana.

Maturnuwun.

Bowo
purwosari09@yahoo.com

10:30 AM  

Post a Comment

<< Home