Kerja, keluarga, dan liburan
Salah satu hal yang membuat saya bersyukur bisa merasakan sekolah di Belanda (atau mungkin juga Eropa pada umumnya?) adalah orang-orang yang bisa membagi kehidupannya antara kerja dan kehidupan pribadi (termasuk keluarga).
Bekerja dari jam 9 pagi lalu pulang jam 6 sore adalah hal yang sangat wajar. Bekerja lebih dari jam 6 sore adalah hal yang luar biasa. Bekerja di waktu weekend, lebih luar biasa lagi :-). Dan ini juga yang menyebabkan saya tadi diusir (dengan sopan, untungnya) oleh security gedung, karena masih ada di lab sampai jam 6.45. Jam 7 gedung akan dikunci, dan kecuali saya punya akses, saya harus keluar. (Jadi menyesal karena saya malas sekali mengurus akses gedung ini, saya tunda-tunda terus karena tidak pernah terpikir akan butuh :P).
Selain itu, ketika bekerja, mereka efektif sekali. Dan mereka masih sempat untuk coffee break 2 kali dalam sehari. Pagi hari jam 10, dan sore hari jam 4. Dan hampir semua dari mereka duduk di ruang rekreasi untuk minum kopi, ngobrol, dll. Lalu kembali lagi kerja. Ini salah satu yang membuat saya kagum. Kok, bisa yaaa... mengatur efektivitasnya seperti ini. Berhenti di tengah-tengah kerja, lalu kembali lagi, pulang tepat waktu, dan hasil akhir tetap OK juga. Dan konon kabarnya, mereka jarang sekali bekerja di luar waktu kerja (di rumah misalnya).
Hal lain lagi, adalah menjunjung liburan. Setiap tahun mereka punya jatah libur (cuti) rata-rata 38 hari! Dan mereka biasanya memakai jatah ini untuk berlibur. Dan ketika mereka berlibur, artinya itu waktu yang kita tidak bisa ganggu gugat. Libur adalah libur.
Ini sedikit dari hal-hal yang bisa saya lihat (dan ambil kesimpulan) di sini, bahwa mereka tampak menikmati kehidupan mereka. Pekerjaan bukan segalanya, dan banyak hal yang perlu dijaga prioritasnya.
Labels: netherlands


1 Comments:
:)
Pengalaman menarik yang menunjukkan bahwa budaya ini mempertahankan sisi humanisme manusia. Kadang, saking sibuk dengan banyak hal yang berkaitan dengan materi (bukan uang saja maksudnya tetapi juga pekerjaan,tugas,dll), kita lupa memperhatikan hal-hal kecil yang justru membuat kita menjadi manusia.
Istirahat, berbagi cerita, adalah kebutuhan-kebutuhan dasar manusia. Suatu hal yang patut diacungi jempol ketika hidup seseorang bisa efektif dengan tetap memperlakukan dirinya dan orang lain sebagaimana manusia seharusnya diperlakukan :)
Kadang terlalu tinggi kita terbang, kita lupa akan hal-hal dasar yang justru mendasari hidup kita sebagai manusia. Kayanya kekacauan yang terjadi di suatu masyarakat, terutama Indonesia sekarang,disebabkan karena banyak orang yang lupa untuk memperlakukan orang lain seperti layaknya manusia pada umumnya ingin diperlakukan :(
Padahal, seperti budaya dalam post ini, memperlakukan diri sendiri dan orang lain secara humanis, bukanlah suatu hal yang sulit dan besar kan?
Hehehe.. jadi kepanjangan deh ;p
Wita
Post a Comment
<< Home