Beberapa kesalahan dalam menulis email, karena frekuensi pengiriman yang sering sehingga saya tinggal menyalin ulang dari beberapa email lain, lalu tidak sengaja ada bagian yang terhapus, dan lupa untuk dibaca ulang (atau ketika dibaca ulang pun tidak terlihat ada yang ganjil):
1. I am forward to hearing from you. (kata-kata looking terhapus --apaa coba ini artinya)
2. Setelah merasa maksud pengiriman email tersampaikan dengan baik, merasa tenang, lalu tanpa menuliskan salam penutup
Best regards, (atau yang sejenisnya)
Desiree
langsung klik "send". Jadi siapakah pengirim email ini? Waduh :)
Mungkin ada baiknya, saya mulai menaruh signature otomatis di bagian bawah email. Atau ada saran mengenai penulisan surat resmi yang tidak standar? Kesalahan-kesalahan seperti ini adalah kesalahan yang tidak disadari, akibat kurang perhatian karena pekerjaan ini sudah dianggap rutinitas. Mungkin ini saatnya saya untuk membaca petunjuk menulis surat yang baik, dengan gaya yang sedikit berbeda, agar variasi tersebut dapat mengembalikan perhatian saya terhadap surat yang sedang ditulis.
Hanya saja untungnya, hingga sekarang saya tidak pernah lupa untuk mengganti nama orang yang dikirimi email, ketika isi email yang dikirimkan kurang lebih sama untuk satu orang dengan yang lainnya.
Syukurlah. syukurlah.


1 Comments:
Des..des...
lu tuh sebetulnya jago banget kl dah ngetik..bnr2 dah kyk sekretaris..
cuma ya itu..mgkn saking cepetnya..
dan mgkn kondisinya lg pgn cepet2.. jd ada yg kelewat ya..
pigleto..pigleto..
aja..aja..! (korean spirit words)
Post a Comment
<< Home