Bukan bunga biasa
Bunga di foto posting kemarin itu, adalah bukan sembarang bunga.
Dalam kunjungan saya kali ini ke Jepang, saya beberapa kali diundang makan oleh kenalan-kenalan semasa YSEP dulu. Dan di sini, membawa buah tangan kepada orang yang mengundang kita, adalah suatu kebiasaan. Salah satu tanda penghargaan. Bisa berupa okashi -kue kecil Jepang yang biasanya maniis sekali :), barang-barang lain, atau salah satu hal yang paling sederhana (walaupun kadang-kadang menguras saku :) yaitu: bunga.
Kemarin saya diundang oleh seorang ibu yang pernah menjadi host family saya ketika homestay 2 hari. Pagi itu saya pergi dengan agak terburu-buru. Waktunya mepet sekali dengan jadwal kereta saya. Saya belum mempersiapkan apa-apa untuk saya berikan, padahal kita janji bertemu di stasiun kereta api. Artinya, saya tidak akan sempat membeli sesuatu ketika sudah sampai di sana. Dalam keterburu-buruan saya, saya sempat mampir di sebuah toko bunga. Memilih dengan cepat, meminta florist di sana untuk membungkusnya, lalu lari mengejar kereta. Kereta terkejar, dan baru di dalam kereta saya bisa memperhatikan bunga itu dengan baik.
Warnanya cantik.
Merah muda yang cerah sekali. Wanginya juga harum.
Tapi kenapa ternyata layu begini ya?
Akhirnya saya kabari beliau, "Maaf, saya terlambat 15 menit."
Tidak ada pilihan lain, pikir saya. Di stasiun berikut tempat saya harus ganti kereta, saya harus keluar untuk mengganti bunga ini. Saya cari toko bunga. Ada. Sebuah toko bunga di stasiun besar di pusat kota. Bunga-bunganya jauh lebih segar. Rangkaiannya pun jauh lebih cantik. Tapi juga: jauh lebih mahal. :)
Saya pilih karangan bunga seukuran gelas minum. Ukurannya 3 kali lebih kecil dari bunga yang saya beli sebelumnya. Tapi harganya 2 kali lipat. Bunga yang bukan bunga biasa. Bukan karena seseorang istimewa yang memberikannya untuk saya, tapi ia telah menjadi peringatan:
bahwa menjaga hubungan baik dengan seseorang itu tidak bisa dinilai harganya.
Baik dengan uang, maupun dengan waktu yang seakan-akan jadi terbuang.


2 Comments:
i love flowers. they brighten up our days.
miss you, Des. membaca blogmu kini jadi bagian dari keseharianku untuk mengetahui kisah2 hidupmu yang penuh makna.
senantiasa berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaanmu, di manapun kamu berada...
Miss you too :)
Iya, perempuan itu (biasanya) suka bunga ya. Indah sekali.
Amin untuk doanya, Yustika. Aku juga berdoa untuk kebaikan-kebaikan yang akan terjadi di kehidupan Yustika. Amin.
Post a Comment
<< Home