Hadiah (2)
Kembali bercerita tentang teman-teman saya yang sering membuat terharu. Hari Sabtu (19 Agustus) yang lalu, bertepatan juga dengan pesta kembang api di tepi sungai Futakotamagawa, Morita-san, senior satu grup ketika di lab tahun lalu itu, mengundang kami ke pesta-nya. Sebenarnya itu bukan pestanya, karena pesta itu ia siapkan untuk "merayakan" pernikahan kami.
Saya kira ini akan menjadi acara kumpul-kumpul kami seperti biasa. Masak bersama-sama lalu makan sambil mengobrol. Ternyata, sekalipun acara masak-memasak dan bakar-membakar BBQ tetap ada, teman-teman kami datang dengan membawa masakannya. Teman dari Pakistan datang membawa makanan Pakistan *yummy, saya suka pedasnya!*, teman dari Cina pun nggak ketinggalan bawa masakannya. Dan mereka sengaja membeli daging dari toko halal untuk memasaknya. Selain itu, seorang teman Jepang yang baru saja pulang dari liburannya di Indonesia membuatkan kami martabak pisang --resep Indonesia yang didapatnya di internet. *Minna...*
Dan kemudian, Morita-san berkata, "Ada kue nikah 2 tingkat lho!"
Aaa.. ini kue strawberry yang manis itu, versi "gajah" kue dari Teh Iis (sayang kue buatan Teh Iis saya tidak punya fotonya). Ada tulisannya: "Happy Wedding Desiree & Zalfany".

Kue ini betul-betul besar! Dengan 15 orang yang datang waktu itu, benar-benar butuh perjuangan untuk menghabiskannya.
Dan ternyata, kue ini bukan kejutan terakhir... Di antara semua kado-kado mereka, satu yang paling mengesankan. Mereka memainkan "Bridal Chorus" - Wagner, dengan angklung! Morita-san yang memiliki satu set angklung dan mereka berlatih dulu, katanya. Mereka juga bisa memainkan lagu "Happy Birthday" untuk salah satu teman kami berulang tahun hari itu. Mereka tampak gembira, dan saya juga tentu saja senaaaaang sekali.

Teman-teman saya dengan angklungnya :)
Duduk di tepi sungai futakotamagawa.
Memandangi langit biru yang cerah berubah merah dalam senja.
Menikmati kembang api yang menari-nari mewarnai langit malam.
Terharu dan sangat bersyukur.
*Kapan ya, saya punya kesempatan seperti mereka untuk membahagiakan teman saya yang lainnya... Dan jika kesempatan itu ada, akankah saya ingat untuk ada di sana?*
Labels: japan


1 Comments:
friends are like stars. not always seen, but they're always there...
(i've heard it somewhere)
Post a Comment
<< Home