Akhir tahun
Kututup juga semua kertas-kertas di depanku. Sudahlah, akan kuteruskan membaca tahun depan saja, ketika semua orang kembali dengan semangat yang baru. Sudah dari beberapa jam yang lalu suasana di ruanganku ini begitu ramai. Semua orang bertukar sapa. Hari ini hari kerja terakhir di tahun ini. 3 orang menyelesaikan internshipnya hari ini, dan berarti kecuali saya yang mengunjungi mereka di negaranya masing-masing, kecil kemungkinannya kita akan bertemu kembali. Orang-orang yang akan kembali di bulan Januari pun satu persatu mulai berpamitan karena akan mengejar kereta pulang ke negaranya masing-masing untuk liburan akhir tahun.
Ah, kapan aku yang akan berpamitan karena akan pulang ke rumahku? :-)
*Ups, di mana ya rumahku? Kalau orang suka bilang "rumah adalah tempat dimana cinta berada", rumahku dimana-mana ya :-). Ada di Belanda bersama cuamiku cayang, di Indonesia bersama orang tuaku tercinta dan keluarga besar, dan juga di Australia bersama adik manisku. Uh, kangen. Jagalah mereka semua, ya Allah.*
Menyenangkan juga memperhatikan suasana chaotic beberapa jam terakhir ini. Di satu sudut orang-orang bergembira, di satu sudut yang lain seorang temanku --orang di sini lebih senang menyebut dengan kolega, tapi untukku dia adalah temanku! Dia adalah salah seorang yang sangat peduli padaku di ruangan besar ini--, menangis karena tekanan yang begitu besar di akhir internshipnya ini. Syukurlah, supervisornya yang sepertinya menjadi salah satu kontributor tekanan, sudah ada di sisinya sekarang. C'est la vie, katanya, kita boleh punya mimpi-mimpi banyak, boleh punya ambisi besar, tapi juga kita perlu tahan terhadap banyak rintangan. Bukan saja dengan hasil yang kadang-kadang membuat tidak bersemangat, tapi juga faktor-faktor lain --conflict of interest perusahaan vs universitas, prosedur yang panjang juga hal lain yang juga membuat kita (dalam posisi saat ini :P) tidak bisa benar-benar independen.
Akhir tahun ini banyak yang harus kusyukuri. Aktivitas yang kupunyai membuatku bersemangat --walaupun juga berarti belajar untuk merasa nyaman berada di tengah-tengah orang yang seringkali terasa asing, bisa internship di Australia dan berkumpul kembali dengan keluargaku, mulai tinggal bersama-sama suamiku, dan banyak sekali nikmat-Nya yang tidak akan pernah bisa kuhitung.
Oh ya, selain itu, doaku untuk melihat salju di Eindhoven terkabul.
Sekalipun bukan benar-benar salju, akhirnya kemarin frost, setelah berhari-hari suhu di bawah nol. Atau malah mungkin kemarin itu bersalju, ya? Karena di tengah kota saat bersepeda, sekelilingku sudah putih semua. :).
***
Selamat berakhir tahun, semuanya. Semoga kita bisa menuai apa yang kita tanam. Semoga tahun depan kita bisa menebar benih-benih manfaat ke orang-orang, lingkungan, dan dunia di sekitar kita. Semoga tahun depan kita menjadi orang yang lebih baik dari kita tahun ini. Amin.
Labels: daily


0 Comments:
Post a Comment
<< Home