Tuesday, November 11, 2008

Finally: piano at home!


A piano produced in the 2nd world war:


Hofmann piano
Mossel & Versteege, Den haag


Labels:

Tuesday, January 01, 2008

Tahun baru semangat baru

Kadang-kadang ada kesalahan-kesalahan yang harus kita bayar dengan mahal.

Salah satu kasus saya adalah ketika salah naik bus waktu di Gent (bayar jadi lebih mahal, dan buat tiga orang sekaligus!). Hal lain yang hampiir saja costly dari sisi finansial, waktu, dan energi :D, adalah ketika membuat cheese cake. Pertama kali membuat, saya lupa membeli whipped cream padahal adonan lainnya yang memakai agar-agar sudah dibuat ^o^. Syukurnya, waktu itu saya bisa menjaga agar adonan agar-agar tidak mengeras selama 8 jam sambil menunggu supermarket buka. Kedua kalinya, agar-agar keburu mengeras sebelum sempat dicampur dengan adonan lainnya. Untunglah, kedua cheese cake ini bisa diselamatkan, dan cukup layak untuk dimakan :-). Kedua percobaan ini belum ada yang sempurna, dan saya masih belum menyerah untuk membuat yang ketiga kalinya.

Begitulah, saya rasa kita bisa belajar banyak dari kesalahan --sekalipun melakukan kesalahan bukan satu-satunya jalan untuk belajar banyak. The more costly it takes, the more we learn.

Banyak hal-hal yang sudah terjadi di tahun 2007, banyak kesalahan yang memberi saya pengalaman, dan ada juga pencapaian cita-cita sebagai hasil belajar dari pengalaman. Semuanya adalah hal yang harus saya syukuri. Alhamdulillah, dan semoga tahun 2008 menjadi tahun yang lebih baik dan bermanfaat.

Selamat tahun baru 2008, semuanya.
Semoga tetap dan lebih bersemangat di tahun ini.


Labels:

Friday, December 21, 2007

Akhir tahun

Kututup juga semua kertas-kertas di depanku. Sudahlah, akan kuteruskan membaca tahun depan saja, ketika semua orang kembali dengan semangat yang baru. Sudah dari beberapa jam yang lalu suasana di ruanganku ini begitu ramai. Semua orang bertukar sapa. Hari ini hari kerja terakhir di tahun ini. 3 orang menyelesaikan internshipnya hari ini, dan berarti kecuali saya yang mengunjungi mereka di negaranya masing-masing, kecil kemungkinannya kita akan bertemu kembali. Orang-orang yang akan kembali di bulan Januari pun satu persatu mulai berpamitan karena akan mengejar kereta pulang ke negaranya masing-masing untuk liburan akhir tahun.

Ah, kapan aku yang akan berpamitan karena akan pulang ke rumahku? :-)
*Ups, di mana ya rumahku? Kalau orang suka bilang "rumah adalah tempat dimana cinta berada", rumahku dimana-mana ya :-). Ada di Belanda bersama cuamiku cayang, di Indonesia bersama orang tuaku tercinta dan keluarga besar, dan juga di Australia bersama adik manisku. Uh, kangen. Jagalah mereka semua, ya Allah.*

Menyenangkan juga memperhatikan suasana chaotic beberapa jam terakhir ini. Di satu sudut orang-orang bergembira, di satu sudut yang lain seorang temanku --orang di sini lebih senang menyebut dengan kolega, tapi untukku dia adalah temanku! Dia adalah salah seorang yang sangat peduli padaku di ruangan besar ini--, menangis karena tekanan yang begitu besar di akhir internshipnya ini. Syukurlah, supervisornya yang sepertinya menjadi salah satu kontributor tekanan, sudah ada di sisinya sekarang. C'est la vie, katanya, kita boleh punya mimpi-mimpi banyak, boleh punya ambisi besar, tapi juga kita perlu tahan terhadap banyak rintangan. Bukan saja dengan hasil yang kadang-kadang membuat tidak bersemangat, tapi juga faktor-faktor lain --conflict of interest perusahaan vs universitas, prosedur yang panjang juga hal lain yang juga membuat kita (dalam posisi saat ini :P) tidak bisa benar-benar independen.

Akhir tahun ini banyak yang harus kusyukuri. Aktivitas yang kupunyai membuatku bersemangat --walaupun juga berarti belajar untuk merasa nyaman berada di tengah-tengah orang yang seringkali terasa asing, bisa internship di Australia dan berkumpul kembali dengan keluargaku, mulai tinggal bersama-sama suamiku, dan banyak sekali nikmat-Nya yang tidak akan pernah bisa kuhitung.

Oh ya, selain itu, doaku untuk melihat salju di Eindhoven terkabul.
Sekalipun bukan benar-benar salju, akhirnya kemarin frost, setelah berhari-hari suhu di bawah nol. Atau malah mungkin kemarin itu bersalju, ya? Karena di tengah kota saat bersepeda, sekelilingku sudah putih semua. :).

***

Selamat berakhir tahun, semuanya. Semoga kita bisa menuai apa yang kita tanam. Semoga tahun depan kita bisa menebar benih-benih manfaat ke orang-orang, lingkungan, dan dunia di sekitar kita. Semoga tahun depan kita menjadi orang yang lebih baik dari kita tahun ini. Amin.

Labels:

Friday, November 02, 2007

Back "home"

I arrived back in Eindhoven a couple days ago. Despite the feeling that my heart was still half left in Australia (I miss you all people.. especially Papay, Ibu, Dede), it is always good to be "home". Today I had lunch with some friends at the university, it was so great to see them again. Really, it's good to be back.

Tomorrow my husband is coming. We finally will end this "fruitful" ;) long distance relationship. Insya Allah. Just a word of advice, don't do such LDR if you can. Although it has made our relationship grow in a special way that a normal couple might not have it, which I can then say that these hard time worth, still.. nothing can be better than having him besides you.

Off for now.
I'm glad to be back.

Labels:

Friday, October 26, 2007

leaving


The feeling when leaving a place where I've been for sometime is always indifferent.
Especially this time. I can say, I am s-a-d.

I really met wonderful people at Howard Florey. The people who are fun to work with. Who make the work really enjoyable. Who make me feel very well welcomed as a part of the group. Who make me feel that my work is appreciated.

Particularly my supervisor, she's awesome. She's a real expert, and a good supervisor. I always enjoyed the meeting with her, it kept my spirit up. It was always very comfortable to discuss things with her. She was also very helpful, willing to come to my desk to help me solving problems. Apart from the work-related matter, I also felt touched by what she did to me. She's so warm-hearted. She's just, lovely.

And ah ya, a post-doc who just started a month after me. His coming to the group was such a help too. I was then like having another "daily supervisor", as well as a team mate, to whom I could yell for help when I found problems. He was enthusiastic and professional. I worked a lot with him, and he'd helped me to understand my work much better.

I had a very nice project these 3 months. A project that also let me involved in a bigger project. A project that made me have my own role, a project that other people put their interest in. I'm so grateful that my supervisors let me involved in every meeting with people from other groups who collaborate with us, and let me collaborate with them, too. It was such an invaluable experience.

I woke up this morning, and I just couldn't imagine that today was my last day! 3 months happened in just a blink. Though I have weird feeling too, it was just 3 months but I feel like I have been there for more than 3 months. Everything has been so familiar. It has become a part of my life for these months.

Leaving from one place to other place is not always bad, said a friend this afternoon. Especially when you are going to a better place. ---I know, I'll have another nice project ahead. And on top of that, living with my husband (finally!) will make my life just perfect.

Anyway. Let me feel sad now. Because I am.
But thank you Allah, for such a blessing that you've given me. The ups-and-down for my stay was so fruitful, and that made me grow up.

***

I never expect that Leigh and Nathan, two of the people I mentioned above, will ever read this. I am no good at expressing feeling,... but if you happen to come to this page, let me say big thanks one more time. Really, what you've done meant A LOT to me.

Picture: sunset in Brighton Beach, Victoria

Labels:

Sunday, July 08, 2007

Pindahan

Akhirnya setelah beberapa hari kamar saya lebih nampak seperti gudang atau kapal pecah, malam ini kamar ini lebih layak ditinggali (baca: rapi dan bersih :D). Karpet divacuum hati-hati, kaca jendela pun dibersihkan, (tambah lagi barang-barangnya hilang; sudah masuk dus semua). Sayang ya, kenapa kamar ini baru senyaman ini ketika akan ditinggalkan. Hihihi, pelajaran nih buat berikut-berikutnya supaya rajin beres-beres.

Ternyata tinggal selama setahun bisa juga menghasilkan dus sekitar 5 buah (dan itu masih lebih sedikit kalau ditambah barang-barang yang dibawa pergi sementara). Untunglah.. di saat-saat seperti ini ada yang bantuin (baca: ada Mas Zalfany di sini :D). Lumayan juga kalau harus sendirian bersih-bersih besar, dan belum lagi angkut-angkut barang-barang yang segede gaban, belum lagi lemari yang beratnya minta ampun :D. *Hehehe, kalau ga ada suami aja sok perkasa, kalau udah dateng kayak gini, kayaknya hilang semua kekuatan :o. Ini aja malah lebih banyak berpartisipasi dengan memberi semangat doang :D* Makasih ya, Mas sayang :*

Selasa pagi insya Allah take off dari Schiphol ke Narita. Mohon doanya semoga semua lancar, ya.

***

Foto: Mas Zalfany tarik-tarik barang dari rumah untuk sementara dititipkan di gudang K' Oki & Dianti. Makasih banyak atas kesediaannya, ya.. semoga ga kaget nanti pulang-pulang lihat gudangnya penuh :).

Labels:

Thursday, June 28, 2007

Leganya...

Alhamdulillah, legaa... Selesai (juga) internship di rumah sakit ini.

Apa ya yang udah didapat? Banyak.

Dari sisi teknis, belajar tentang format standar untuk menyimpan data berupa sinyal fisiologis, belajar tentang CFM (cerebral function monitoring) untuk bayi-bayi yang baru lahir, ngotak-ngatik filter di Matlab lagi, belajar melihat sinyal-sinyal dan mengenali maksudnya, melihat pengukuran sinyal fisiologis pada pasien (EOG, EEG, EMG), ...

Dari sisi lain, belajar "fit in" di lingkungan yang beda (contohnya: duduk satu meja setiap makan siang, semua orang bicara dengan bahasanya, saya ya.. ya.. pusing mendengarkan :D), belajar sabar, belajar mengenali keinginan sendiri (sulit ternyata ya), belajar bertanggung jawab pada pilihan, belajar bersyukur, dan... apalagi ya? Oh ya, tentu saja: belajar mengenai ritme hidup rumah sakit dan bertambahnya list orang-orang yang perlu dikontak di masa yang akan datang! Insya Allah.

Lebih banyak seharusnya yang bisa didapat.. andaikan saya yang mengejarnya, dan tidak menunggu mereka datang. Dan.. ups, andaikan saya lebih mau mensyukuri dan menikmati apa yang dimiliki.

Tapi, ga ada penyesalan sama sekali. Semuanya adalah proses. Dan saya bersyukur salah satunya telah dilalui. Dan mudah-mudahan banyak manfaatnya.

Dan hari ini, setelah menyerahkan semua laporan, ditutup dengan satu box strawberry pie ... (dan kali ini perbincangan di meja makan berbahasa Inggris, hihi :P) hari-hari (panjang) ini selesai. Alhamdulillah...

MMC Veldhoven, 28 Juni 2007

Labels: ,

Tuesday, June 26, 2007

Student house

Hampir setahun ini saya tinggal di sebuah student house, bersama-sama dengan dua orang mahasiswa asing lainnya. Satu mahasiswa master yang satu angkatan dengan saya dari Cina, dan satu lagi mahasiswa Erasmus exchange* dari Spanyol. Tahun yang lalu ketika saya melamar akomodasi di sini, saya meminta pihak universitas untuk mencarikan saya tempat di space box. (Sesuai namanya, memang ini adalah box besar, satu ruangan berisi segala macam: tempat tidur, dapur kecil, dan shower room kecil). Saya ingin tinggal di space box, karena selain letaknya di dalam kampus, juga karena sepertinya saya akan lebih punya privacy.

Apa boleh buat, ternyata saya mendapatkan sebuah student house, bukan space box seperti impian saya. Di student house ini saya berbagi living room, dapur, dan kamar mandi. Namun demikian, berbeda dengan pengalaman saya tinggal di ryuugakukan (dormitory) di Jepang dulu. Di sini saya punya kamar (dan benar-benar kamar dalam arti bisa dikunci, cukup besar, dan cukup leluasa untuk menyimpan segala macam barang) sehingga saya tetap punya privacy. Selain itu, ternyata tinggal bersama-sama teman asing lain membuat saya menjadi lebih nyaman dan tidak kesepian. Dan alhamdulillah, housemate saya tersebut perempuan semuanya**.

Teman Spanyol saya hampir setiap weekend ada di rumah. Menemani weekend saya yang lebih banyak di rumah juga. Kadang-kadang kami bertukar resep juga (masakan-masakan ala mediteraniannya wangiii :). Sedangkan dengan teman Cina, kami sering mengobrol hal macam-macam, dari yang kecil sampai penting (seperti masalah perjodohan :D hehe, itu penting ya).

Sudah seminggu ini, ibu teman Cina saya datang dan tinggal di rumah kami. Dengan datangnya sang ibu, rumah kami jadi tambah ramai. Setiap malam selalu saja banyak teman Cina yang datang untuk makan malam bersama sang ibu (saya juga kadang-kadang kebagian :D). Ibu tersebut terlihat menikmati hari-harinya di sini. Saya sering berkomunikasi dengan sang ibu dengan bantuan terjemahan teman Cina saya. Dan ternyata, berkomunikasi itu tidak selalu harus mengerti bahasa mereka ya, dengan keinginan untuk mengerti (dan tahu konteksnya) ternyata bisa juga mengerti. Kemarin saya ikut di dapur ketika sang ibu membuat pancake (bahasa aslinya: Jian bing 煎饼 ) , ibu tersebut memberikan mangkok kepada saya dan mengatakan sesuatu. Entah kenapa, saya mengambilnya dan menuangkan air ke dalamnya. Ketika ibu itu bilang sesuatu, saya berhenti. Sang ibu lalu tertawa. Katanya, saya seperti betul-betul mengerti apa yang beliau katakan. :D

Ah, tak terasa sebentar lagi saya akan meninggalkan student house ini, sepertinya saya akan merindukan suasananya...

****

Catatan:

*) Mahasiswa-mahasiswa di Eropa seringkali melakukan exchange pada satu waktu di dalam masa studinya. Hal ini memungkinkan karena adanya Erasmus program, pertukaran antarmahasiswa di negara Eropa selama 6-12 bulan

**) di Belanda adalah hal yang biasa jika di dalam student house laki-laki dan perempuan tinggal bersama-sama, dan untuk saya yang baru saja datang, memilih rumah tidak bisa dilakukan tawar-menawar. Ditawari, kalau suka silakan ambil, kalau tidak silakan cari sendiri --wah, repot kalau ini urusannya.

Gambar: Apartemen yang menjadi student house saya. Saya tinggal di lantai 3.

Labels: , ,