saudaraku..
Saya biasanya hampir selalu bisa membuat diri saya merasa nyaman, ketika berada di sekeliling orang-orang yang berbeda sekalipun. Namun, tidak demikian ketika saya beberapa kali datang ke Islamic Center untuk sholat berjamaah bulan Ramadhan yang lalu. Sebagian besar adalah orang-orang Arab, Maroko, atau Afrika. Saya dan dua orang teman Indonesia lainnya sajalah satu-satunya orang Indonesia.
Aneh sekali. Justru ketika saya berada di rumah Allah, ketika justru semua orang yang datang di sana adalah orang-orang yang seharusnya adalah sama: kami semua datang untuk sujud kepada-Nya... saya justru merasa sangat terasing. Saya begitu terasing karena saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka: saya tidak berbicara bahasa Belanda dengan baik, apalagi bahasa Arab. Dan mereka adalah imigran yang tidak berbahasa Inggris. *Dan di saat-saat seperti ini, saya selalu berharap bahwa saya bisa berbahasa Belanda dengan lebih baik* Saya juga begitu terasing karena perawakan kami yang begitu berbeda, dan cara kami berpakaian yang juga berbeda.
Pernah saya tiba-tiba tersadar, bahwa kami bertiga adalah satu-satunya orang di situ yang memakai mukena :) Pernah, suatu hari, ketika sholat akan dimulai, saya didatangi oleh seorang ibu-ibu. Hari itu saya hanya menggunakan bawahan mukena saja. Dan kita tahu, bawahan mukena itu sangat panjang hingga menutupi kaki. Ibu itu memperhatikan hal tersebut tampaknya, karena beliau mendatangi saya, dan tanpa berbasa-basi beliau langsung berusaha melipat-lipat bawahan tersebut di bagian pinggang hingga mukena itu tampak seperti rok. Saya hanya bisa tersenyum *sambil bertanya-tanya dalam hati, apa yang di pikirkan ibu ini tentang mukena saya* dan hanya bisa berkata, "dank u wel :)" Terharu. Yang saya rasakan, ibu tersebut berusaha berkomunikasi dengan saya. Dan komunikasi itu dilakukan dengan perbuatan. Karena setelah itu ibu tersebut menggenggam tangan saya dan menarik saya ke saf di depan...
Tapi bagaimana pun, berbeda itu bukan hal yang mudah.
Hingga akhirnya saya bisa merasakan hangatnya perbedaan itu ketika sholat Ied kemarin. Dengan takbir yang menggema di Islamic center tersebut, saya melihat sekeliling saya. Penuh sekali. Sebagian besar telah duduk bersimpuh, mendengarkan takbir, dan memanjatkan doa. Di sisi lain, saya melihat seorang ibu Belanda berjilbab, sedang mengatur flow orang yang baru datang. Saya perhatikan sekeliling saya.. dan saat itu perasaan saya berbisik, "kita ada di dunia yang sama.." Subhanallah, indahnya. Ketika imam selesai membacakan khutbahnya *yang sayangnya dalam bahasa Arab :(* hampir semua orang yang melewati saya, memeluk saya dengan wajah suka cita. "Taqaballalahu minna wa minkum.." sapanya.
Alhamdulillah.
Di pagi yang dingin itu, ada hangat di dalam dada.
Saya tahu mereka adalah saudara.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home