Monday, February 01, 2010

tentang musim dingin

Februari 2010!

Waaaah... cepat sekali waktu berlalu!! Di dalam pikiran banyak sekali yang mau dibagi, tapi karena tertunda terus tahu-tahu 1 bulan di tahun 2010 sudah berlalu. Ah!

Di akhir tahun 2009 musim dingin di Belanda benar-benar sudah datang. Suhu memang sudah mendingin sejak bulan Oktober, namun di bulan Desember suhu turun sekitar 0 dan akhirnya turun salju pertama di hari Mentari lahir. Setelah itu salju sering datang dan suhu tetap rendah. Jangan salah, meskipun Belanda ada di Eropa yang terkenal dengan musim dinginnya yang dingin, musim dingin yang seperti ini bukan musim dingin yang biasa untuk ukuran Belanda. Katanya, sejak tahun 80-an di Belanda jarang sekali salju turun sampai bertumpuk-tumpuk hingga akhirnya tahun lalu salju sempat bertahan seminggu dengan suhu sekitar -10.

Tahun ini ternyata musim dinginnya istimewa lagi (apa ini efek pemanasan global, ya?), salju turun cukup sering dan bertahan cukup lama. Indaah.. apalagi untuk orang tropis seperti saya! Tapi sayangnya, ternyata datangnya salju membawa banyak masalah! Untuk salju yang menumpuk di jalanan, ada mobil khusus pembersih jalan sehingga orang tetap bisa memakai jalan dengan aman, tapi ternyata, perusahaan kereta di Belanda (hampir selalu?) tidak siap dengan hal ini. Di kala salju menumpuk cukup tebal, hampir pasti kereta yang beroperasi jadi lebih sedikit dan kereta-kereta ini akan mengalami delay. Hasilnya? Suami yang setiap harinya harus commute sekitar 4 jam bulak-balik (iya, 4 jam!!) dengan berganti kereta di 2 stasiun, harus bersabar di jalan lebih lama. Kasihan sekali, walaupun salah satu sisi baiknya, biaya tiket jadi ditebus oleh si perusahaan!

Konon kabarnya sih si perusahaan ini tidak berusaha membuat infrastrukturnya tahan salju (berarti di relnya harus ada sistem yang bisa melelehkan salju (?)) karena jarangnya salju turun di Belanda. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat sistem ini bisa jadi lebih mahal daripada kerugian yang mereka tanggung ketika operasi menjadi kacau ketika salju yang jarang-jarang ada itu datang.

Ah, tapi untuk saya kali ini.. ketika tidak ada keharusan untuk keluar rumah setiap hari, tidak perlu naik kereta, tidak perlu bersepeda, salju yang turun lebat selalu membuat hati saya gembira. Wooohooooo!! Bagaimana tidak, melihat salju itu adalah impian saya sejak kecil mengenai tinggal di luar negeri! Jadinya sungguh perasaan yang menghangatkan untuk bisa menikmati salju dengan secangkir teh hangat di tangan (dan seorang putri cantik di samping, hehehe).

Kemarin pagi salju baru turun di malam harinya. Suhu masih rendah, matahari belum menghangatkan, dan belum banyak orang yang keluar menginjak-injak salju, di hutan kecil dekat rumah saljunya indaaah sekali. Kita yang tadinya keluar hanya untuk pergi berbelanja, akhirnya kembali ke rumah untuk mengambil kamera dan inilah jadinya:


Mentari, Mentari,... cepat besar, ya.. Nanti kita main salju sama-sama...

Labels: ,

2 Comments:

Blogger neneng ceriwis said...

salam buat Mentari ma bapaknya ya :) wish you a very nice snowy february :D

4:03 AM  
Blogger qonita said...

wah teteh...salju dsana numpuk jg yaa?
kmaren awal januari d korea jg numpuk..ilang nya 3 minggu kemudian dan pas itu suhu nya bener2 ampe dbawah -10
kalo kata temen global warming bikin winter makin dingin..
dan aku setuju salju tebel itu indah..tp klo bikin kepleset mulu dongkol jg hehehe

10:19 AM  

Post a Comment

<< Home