Bu.. cium! Dadaaah!
Lab kita sekarang bakal pindah musim panas ini ke High Tech Campus Eindhoven, sekitar 6 km dari sini. Terlepas dari segala macam pro-kontra (walaupun ga ada efeknya sih kontra juga) dan perasaan "haroream" tentang pindahan... efek yang paling kerasa adalah jadwal di lab jadi sibuk sekali. Semua orang ingin menyelesaikan projectnya sebelum pindahan karena dengan pindahan ini MRI ga akan bisa dipakai selama setidaknya 2 bulan. Selain itu, karena kondisi scanner bisa berubah setelah pindahan, ga ada yang mau ngambil resiko dengan harus melakukan pengukuran dengan 2 kondisi berbeda.
Akibatnya? Mentari harus sabar ibu kadang-kadang malam-malam kembali ke kampus untuk pengukuran (di sini lembur di kampus adalah hal yang ga lazim, karena lebih banyak orang yang lembur di gym -- olahraga maksudnya, atau di bar, atau di tempat lainnya kecuali tempat kerja), atau pagi-pagi buta udah pergi, atau bahkan weekend pun pergi. Kita hari ini rapat lagi diskusi rebutan waktu pengukuran sampai bulan juni nanti.. hmm.. :-) Lihat deh bulan april sampai 1 hari ada dobel 3 orang yang mau make..
Mentari sekarang kalau ditinggal pergi udah ngerti. Biasanya gini:
(sore-sore sambil masak, ayah belum pulang)
ibu: Mentari, nanti malam bobo sama ayah ya.. ibu harus pergi ke kampus ya.
Mentari: ibu.. gi.. (ibu pergi)
ibu: ga sekarang, nanti ya kalau ayah pulang. Mentari sama ayah ya..
Mentari: iya. Ayah..
(ayah pulang, ibu pergi)
ibu: Mentari, ibu pergi dulu ya..
Mentari: cium.. (mau cium ibu, terus peluk, udah gitu langsung minta gendong ayah)
Mentari: buu.. dadaaaah... (sambil dadah-dadah tangan, biasanya ikut sambil lari-lari sampai gang).
Oh selain ini, biasanya sambil gaya tunjuk-tunjuk langsung bilang, "Bu.. jaket, Bu.. syauw, Bu.. tas" pokoknya semua diabsen hehehe, bos banget deh!
Tadi malam Mentari kebangun jam 11, ibu temenin tidur. Ga lama setelah dipeluk, Mentari tidur lagi.. mikir-mikir mau pindah tidur ke kamar, tapi kok ya kangen banget sama Mentari.. akhirnya tidur bareng deh di tempat tidur kecilnya Mentari sampai jam 5 pagi berangkat lagi ke kampus (jam 5 ini pagiii banget ya.. matahari aja baru terbit 8.30..)
PS: Mentari sahabatan banget sama ayah, bukan karena pengukuran aja.. tapi juga karena angklung (walaupun sering diajak juga), dan rapat ini itu (heran, kok tiba-tiba jadi sok sibuk setelah ada Mentari).


0 Comments:
Post a Comment
<< Home