waktu & menunggu
Kadang saya merasa kalau saya ini tidak pandai dalam memperkirakan waktu. Ketika saya alokasikan dua jam untuk mengerjakan sesuatu, saya pikir dua jam itu cukup,.. eh ternyata 2 jam belum dapat apa-apa. Eh, kayaknya bukan waktu aja, masak juga seringnya terlalu banyak. *Kalau ada si pemakan segala tercinta sih ga masalah, tapi kalau tinggal sendiri seperti ini.. waduh siapa yang mau habiskan :p* Sepertinya, harus mulai belajar lagi untuk mengalokasikan sesuatu dengan baik, ya..
Sekarang saya bermasalah lagi dengan alokasi waktu. Saya mengalokasikan waktu sekitar 7 bulan untuk mempersiapkan internship, tapi kok sekarang rasanya 7 bulan ga cukup juga, ya. Saya lupa memasukkan "orang yang dikirimi email adalah orang sibuk", "seminggu cuma 5 hari dan bukan 7", "sehari cuma 8 jam dan bukan 24", dan faktor-faktor lainnya. Dan sekarang, rasanya jadi menunggu-nunggu terus... "duuh... kapaaan ya email saya dibales?" Karena urusan setelah dibalasnya email itu, masih panjang: tempat tinggal, visa, agreement,... *antara menunggu, mengharap-harap cemas, dan excited rasanya bercampur2..*
Selalu begitu deh.
Setiap ada yang sedang ditunggu-tunggu, pasti rasanya nggak tenang gini... Ingin hal yang pasti-pasti, padahal sejak dulu selalu yang dicari malah yang ga pasti-pasti, seperti pergi ke negeri antah berantah ini. Hmm, jadi inget dulu temen sebangku waktu SMA yang sering bilang gini, "Qanaah aja.. :)". Iya ya, selama sudah berusaha, selama sudah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, biarkan Allah bekerja untuk kita.. Insya Allah Dia selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya, bukannya?
Labels: master journey


0 Comments:
Post a Comment
<< Home