tentang phd sambil jadi ibu
Belakangan ini saya kirim-kiriman email dengan seorang teman di Spanyol. Dulu kami sama-sama intern di Philips Research, bekerja di lab yang sama. Dia sudah kembali ke negerinya, dan di sana dia mengerjakan PhD seperti saya di sini.
Dia bilang, saya sangat beruntung karena bisa punya anak sambil PhD. Di Spanyol, mereka tidak punya sistem yang memungkinkan untuk itu, katanya. Sistem yang mendukung ibu bekerja di Belanda memang membuat PhD dan menjadi seorang ibu pada saat yang bersamaan hal yang mungkin. Di sini, mengerjakan PhD adalah pekerjaan (dianggap sebagai pekerja/peneliti di universitas dan statusnya bukan pelajar), sehingga saya juga punya hak-hak seperti layaknya orang yang bekerja. Walaupun, tetap saja, bukan hal yang mudah untuk menemukan seorang mahasiswa PhD yang memiliki anak.. dan banyak orang yang berkomentar terhadap saya, "It's going to be very hard for you!!"
Dan memang karenanya, saya harus lebih banyak bersyukur.. karena selain sistem yang mendukung, saya memiliki promotor dan co-promotor yang sangat pengertian. Saya ingat bahwa supervisor saya tersebut pernah bercerita pada saya bahwa koleganya sangat tidak mendukung mahasiswa PhD-nya untuk hamil (katanya, dia bilang, "Don't ever think to be pregnant if you are my student!"). Sedangkan beliau, satu postingan ini tidak akan pernah cukup untuk menceritakan kebaikan-kebaikannya terhadap saya. Dan karenanya, saya sungguh sungguh beruntung.
Bulan April nanti saya akan kembali ke kampus lagi. Apakah nanti perjalanannya tidak semulus masa-masa kehamilan kemarin, saya tidak tahu.. mungkin tantangannya akan beda lagi, dan mungkin komentar-komentar teman-teman saya di kampus bahwa ini bukan hal yang mudah akan terbukti. Apapun itu.. semoga saya ingat untuk tidak pernah menyerah, terutama dengan sedemikian banyaknya kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan.
Dan Mentari sayang,... semoga suatu saat engkau bisa mengerti bahwa ibu tidak (akan) pernah menyerah untuk memperjuangkanmu. Insya Allah. Karena memelukmu di dada ibu adalah perasaan yang paling membahagiakan, salah satu anugrah terbesar yang pernah ibu rasakan.
Labels: on being a mother, phd?, pregnancy


0 Comments:
Post a Comment
<< Home