Sunday, March 04, 2007

Multidisiplin = boleh "pindah" jalur?

Ada kalanya saya harus memilih sesuatu karena tidak ada pilihan lain, namun kali ini saya belajar dihadapkan dengan pilihan yang banyak. Saya harus belajar untuk benar-benar menentukan apa yang sebenarnya saya inginkan, karena pilihan-pilihan tersebut tidak bisa diambil semua, juga tidak boleh sama sekali tidak diambil. :).

Insya Allah, bulan November tahun ini saya akan memulai project untuk tesis master saya. Setelah sekian lama berkecimpung di dunia per-elektro-an dan per-image processing-an (sebenarnya ga sebegitunya juga sih.. :p) sebelum datang ke TU/e ini, akhirnya saya mengenal dunia yang lebih luas. Program master biomedical engineering yang saya pilih ini, memberikan banyak kesempatan untuk mengenal hal-hal lain di dunia biomedical engineering yang ternyata betul-betul multidisiplin ini. Hampir tidak ada lagi batas yang jelas antarbidang ilmu, semuanya terintegrasi untuk memberikan solusi-solusi dalam dunia biomedik. Dari ilmu-ilmu murni seperti biologi, kimia, fisika, hingga teknik mesin, elektro, dan bahkan computer science melebur bersama di dalamnya.

Saya menikmati setahun ini, mempelajari banyak hal baru yang sangat menarik. Yang juga membuat saya semakin sadar, bahwa makhluk hidup itu betul-betul kompleks. Bahwa segala keteraturan yang terjadi dalam tubuh kita, dan hidup yang indah yang kita miliki saat ini, adalah sesuatu yang kadang kita anggap sebagai hal biasa, sungguhlah, hal yang perlu selalu disyukuri.

Kembali ke topik, biomedical engineering adalah ilmu yang multidisiplin, yang menurut saya tidak bisa di-claim oleh bidang keilmuan manapun sebagai miliknya. Semuanya menjadi satu, bekerja sama untuk meraih tujuan yang sama: memberikan kontribusi dalam "memecahkan" masalah biologi dan kedokteran (dan berarti juga: kesehatan). Karena semua bidang ilmu telah lebur di dalamnya, untuk tujuan yang insya Allah juga mulia, seharusnya tidak ada beban yang saya rasakan ketika ingin mengerjakan sesuatu hal dalam bidang ini yang kebetulan saja bukan merupakan bidang latar belakang saya bukan? Ataukah lebih baik berkonsentrasi pada bagian biomedika yang memang beririsan banyak dengan latar belakang saya, dengan pertimbangan, (logisnya) akan lebih banyak kontribusi yang bisa saya buat dalam bidang besar ini?

Saya terbuai dengan sekian banyak pilihan yang ditawarkan di dunia ini. Saya tertarik dengan dunia ini, tapi sayangnya, kalau boleh saya "kotak-kotak-an" sedikit, adalah bagian biomedical engineering yang "nyambung" sama elektro dengan prinsip: "kalau-disambung-sambung-ya-nyambung-aja :D". Setelah berkeliling ke berbagai tempat yang menawarkan proyek untuk tesis master, setelah berminggu-minggu tidak enak tidur *ini dilebih-lebihkan :P*, kurang lebih saya sudah bisa semakin yakin, bahwa yang ingin saya lakukan untuk tesis saya nanti adalah memang hal yang akan menyeberang dari bidang ilmu saya sebelum kuliah master ini. Saya yakin perjalanan tidak akanlah lebih mudah. Akan lebih banyak usaha dan sabar yang akan dibutuhkan. Tapi, yang lebih saya butuhkan saat ini untuk melangkah adalah kepercayaan diri untuk mengalahkan pikiran yang ada di kepala saya sendiri: "hah-sarjana-teknik-elektro-akan-bekerja-di-dalam-lab-berteman dengan dengan-lipid-nanopartikel-rattus-fluorescence-dan-MRscanner?!"

*Duh, lagi-lagi saya lupa bahwa saya sekarang adalah calon biomedical engineer, bidang yang multidisiplin!*

Anyway,...
Ada yang pernah punya pengalaman dengan bekerja lintas bidang? Ada yang pernah mengalami "dilema" yang kurang lebih sama? Ada yang bisa berbagi untuk menguatkan (atau malah memberatkan) langkah saya? Ditunggu masukkannya, ya.. :).

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home