Monday, May 07, 2007

Dokter-engineer relationship

Internship hari pertama saya di rumah sakit, di Maxima Medisch Centrum Veldhoven, disambut dengan cuaca Belanda yang kembali normal. Kembali normal di sini, artinya: hujan seharian, berawan, dan berangin! :) Sudah satu bulan kurang lebih semua orang "mengeluhkan" cuaca yang tidak seperti biasanya, walaupun keanehan yang berupa matahari bersinar tiap hari tanpa hujan adalah hal yang juga perlu disyukuri. Bulan April lalu memang ekstrim menurut ukuran Belanda, sangat panas (hingga 25 derajat, normalnya 12-15 derajat untuk bulan April) dan sangat kering (curah hujan 0.3mm, normalnya 40 mm).

Hari ini sudah saya tunggu-tunggu sejak lama, internshipnya tentunya --bukan cuaca yang kembali ke normal :). Salah satu yang ada di bayangan saya ketika mendaftar ke jurusan Biomedical Engineering adalah "bekerja" di rumah sakit. Saya pernah (dan masih) bermimpi bahwa para dokter bisa bekerja berdampingan dengan engineer, dan sebaliknya. Di Belanda ini saya melihat mimpi saya itu bukanlah mimpi. Dalam kuliah-kuliah saya, kadang dokter-dokter diundang untuk mengisi beberapa sesi kuliah. Sebaliknya, terdapat pula departemen riset di rumah sakit di sini. Engineer memiliki tempat yang baik di rumah sakit, sebagai partner dokter. Dokter juga terbuka untuk belajar teknologi dan bersedia untuk berkonsultasi dengan engineer (dalam kasus yang lebih spesifik:clinical/medical physicist) dalam hal yang berhubungan dengan teknologi, seperti: bagaimana caranya agar sinyal otak bayi ini bisa ditangkap dengan baik, bagaimana set-up mesin MRI ini supaya "lesion" ini terlihat dengan lebih jelas, dll. Dokter bekerja sama dengan engineer untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasiennya.

Ternyata mimpi yang sudah bukan mimpi di Belanda ini, berdasarkan penuturan teman-teman dari negara lain di Eropa ini, belumlah menjadi kenyataan di negara-negara lainnya (kecuali Inggris? --Inggris kabarnya lebih maju daripada Belanda untuk masalah seperti ini). Seorang teman dari Portugal juga mengagumi hubungan dokter-engineer di Belanda ini. Untungnya, negara-negara yang tergabung dalam European Union terikat dengan regulasi bahwa ke depannya rumah sakit haruslah memiliki hubungan dokter-engineer yang ideal seperti ini. Tapi intinya, Indonesia tidaklah tertinggal jauh untuk membangun hubungan ideal seperti ini.

Hubungan dokter-
engineer yang baik akan memungkinkan keterlibatan teknologi yang lebih maju dalam pelayanan kesehatan, tapi untuk mewujudkan ini, dibutuhkan juga proses transfer teknologi ke dunia nyata (baca: rumah sakit). Dibutuhkan usaha yang persisten untuk membuat semua pihak yang terlibat dapat menggunakan teknologi yang ditawarkan. Para dokter, residen, dan tentu saja perawat, perlu diajarkan bagaimana untuk memanfaatkan teknologi ini dengan baik. Saya ingat ketika terlibat kecil-kecilan ketika BME ITB membuat program komputer untuk diterapkan di pusat kesehatan, beberapa training rutin dilakukan untuk para dokter untuk memakai program ini. Begitu pula di sini, training dilakukan untuk para medical practitioner untuk transfer teknologi ini. Perlu banyak effort, tapi satu yang saya salut: dokter yang "dituakan" yang justru mendorong supaya teknologi ini diterapkan :)

Dokter yang mau membuka diri terhadap teknologi, dan engineer yang mau mengerti bahwa dokter memakai "sense" dalam memecahkan masalah, adalah kombinasi yang saya yakin baik untuk mencapai hubungan dokter-engineer yang ideal. Masing-masing pihak harus mau beritikad baik (hehe, bahasa pancasila banget :p) untuk bekerja sama. Membuka hati dan pikiran, dan terbuka untuk menerima kehadiran pihak yang lain. Di Indonesia hubungan ini sedikit demi sedikit sudah mulai dibangun. Saya yakin, suatu saat --demi kemajuan dan kemaslahatan bersama, dengan usaha yang konsisten dan niat yang baik, hubungan dokter-engineer yang ideal ini akan (atau harus!) tercapai.

Para (calon) dokter, --dan engineer, ada komentar? :)

***
Disclamer: hanya ungkapan pikiran, bukan umbar janji bahwa suatu saat saya akan terlibat dalam pelaksanaannya :)

gambar dari: www.win.tue.nl

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home