Friday, November 12, 2010

Mentari 9 and 10 bulan


Akhir-akhir ini kerjaan menulis overload banget (oh, phd.), jadinya blog ini terlantar. Mentari hampir 11 bulan minggu depan ini, tapi catatan 9 dan 10 bulannya belum muncul aja. Jadi, coba kita ingat-ingat:

Mentari 9 bulan

Bulan 8-9 ini rollercoaster banget, deh.
1. Infeksi telinga
Mentari sempat kena infeksi telinga karena flu. Kata dokter, ini biasa terjadi di bayi karean anatomi hidung-telinga bayi yang membuat mucus ga keluar lewat hidung, tapi malah ke telinga. Kasihan sekali Mentari, sampai jerit-jerit. Waktu itu dimulai hari Sabtu. Hari Jumatnya Mentari demam tinggi, Sabtu seharian sudah sembuh malah sudah bergerak kesana kemari, tapi tahu-tahu jam 7 malam teriak-teriak ga bisa diapa-apain. Baru jam 9 tidur karena kecapean nangis. Hari senin pagi juga begitu lagi, kasihan banget. Hari senin malam nangis juga sebelum tidur, walaupun akhirnya bisa tidur (jam 12 malam!). Tapi jam 1 kemudian bangun lagi dan teriak-teriak. Akhirnya saya telpon UGD, dan kita boleh datang kesana. Diagnosa: infeksi telinga. Kasih parasetamol dan nose spray aja katanya. Ga dikasih antibiotik. Beberapa hari setelah itu udah baikan. Efek buat ibunya: sebelum akhirnya kita ke UGD itu, selama tiga hari (sejak sabtu malam) setiap kali denger Mentari mulai nangis, rasanya trauma. Ga bisa diapa-apain soalnya. Biasanya kalau dinenenin sebelum tidur, Mentari seneng banget. Kalau ini malah jerit-jerit terus ngebalik ngebelakangin nenen. Ternyata telinganya sakit.

2. Separation anxiety
Setelah sembuh infeksi telinganya, Mentari ga mau ditinggal sama sekali. Kalau main di lantai, ibu harus disebelahnya. Begitu ibu bangkit langsung nangis. Ini kalau ga salah berlangsung selama dua minggu. Jadi aktivitas Mentari di rumah: digendong ibu kemana-mana. Ibu makan di meja makan, Mentari ikut duduk di meja makan. Ibu ke dapur, ikut ke dapur. Selain itu, malam-malam bangun hampir sejam sekali hanya untuk mengecek keberadaan ibunya. Yang bikin lebih sedih lagi, di daycare. Kalau pagi-pagi diantar kesana, langsung nangis pas ditinggal. Setiap hari ibu patah hati 3x: pagi-pagi waktu nge-drop, 2x siang-siang waktu dateng buat nenenin. Walaupun kata guru daycare sih, setelah pergi ga lama berenti nangisnya. Tapi, separation anxiety ini ga cuma sama ibu. Di daycare juga. Kalau gurunya pergi ngurusin anak yang lain (padahal Mentari bisa lihat lho gurunya di situ), langsung nangis juga. Jadi selama masa-masa ini, kegiatan Mentari di daycare hanya: tempat tidur dan meja makan. Ga mau main di lantai karena takut ditinggal (persis kaya di rumah). Alhamdulillah ini cuma berlangsung 2 minggu, setelah itu Mentari ceria lagi, merangkak bebas kesana kemari, kalau diantar ke daycare langsung pengen main, dll, dll. Alhamdulillah.

Selain itu, beberapa kemajuan Mentari di 8-9 bulan:
1. Bisa duduk tegak ga jatuh
2. Mulai makan roti (rotinya dipotong-potong, nanti Mentari ambil sendiri). Gurunya di daycare kagum juga lihat Mentari, karena bayi-bayi yang lain biasanya rotinya harus dimasukin ke mulut (literally, dijejelin? :D). Awal Mentari dikasih roti, karena kalau di daycare lihat orang-orang makan roti, mulutnya ikut-ikutan ngunyah kayak yang pengen. Pas dikasih di rumah, eh, seneng banget! Tapi kita harus hati-hati nih, Mentari cuma bisa makan roti yang light brown. Pernah dikasih whole grain, langsung ga bisa xx beberapa hari. Oh!

Umur 9 bulan kurang 1 minggu, kita lebaran di Gent di rumah Wa Ann (Nenek Ann kalau buat Mentari). Asiiik... Kata Nenek Ann, Mentari bayi yang sabar banget :). Dan alhamdulillah Mentari di sana bisa menikmati. Sejauh ini memang Mentari seneng diajak jalan-jalan dan ketemu orang banyak.

makannya makin pinter

ngantuk? :)


Mentari 10 bulan

Mentari makannya sekarang sama seperti yang kita makan. Makan pagi masih buah-buahan campur-campur, siang roti (isi mentega, keju, atau sayur-sayuran). Malam-malam sama seperti ibu ayahnya. Kalau ibu bikin tumis-tumisan, sebelum dikasih garam, dipisahin dulu buat Mentari, terus dihancurkan sedikit. Tapi nasi sudah bisa sama dengan nasi kita.

Daaan... Mentari bisa duduk sendiri! Dari merangkak, kalau mau duduk, Mentari bisa duduk sendiri. Setelah duduk sendiri, kalau mau merangkak lagi juga bisa (duduk-merangkak lebih duluan bisanya dibanding merangkak-duduk).

Di "Made in Indonesia"

Nunggu giliran main angklung di balik panggung

sama Nenek Ann

di mobil

makan sama-sama

Labels:

Wednesday, November 10, 2010

Mentari is on the curve!!

Maaf nih lama ga ada kabar, tahu-tahu posting growth curve.

Kemarin kita baru kontrol 11 bulan ke posyandu ("consultatiebureau") sekalian imunisasi DKTP & pneumonia (ulangan ke-4). Berdasarkan growth curve di consultatiebureau, berat badan Mentari turun ke garis -3 dan tinggi badan turun ke garis -2. Biasanya Mentari ada di antara garis 0 dan -2. (Catatan: ada 5 garis di growth curve dari atas ke bawah, yang menunjukkan persentil: +3, +2, 0, -2, -3). Perkembangan lingkar kepala sih mengikuti garis di growth curve (ga turun seperti berat dan tinggi).

Dokternya sih bilang ga ada masalah dengan itu, karena Mentari kelihatan sehat sekali dan banyak gerak (dan dokternya bilang, "Wah, Mentari banyak bicaranya, ya!"). Kita ga khawatir sih.. tapi tetep aja saya sebagai ibunya ga terlalu senang dengan turunnya persentil ini. Apa Mentari kurang dikasih makan?? Dsb..dsb..dsb..

Naaaah... tapi saya lupa, bahwa: growth curve untuk bayi ASI dan bayi formula beda. Dan saya sempat baca di satu buku tentang makanan untuk anak-anak (untuk yg bisa bahasa Belanda: buku ini recommended!), bahwa consultatiebureau di sini memakai growth curve bayi formula. Makanya selama ini saya selalu bikin kurva sendiri yang disediakan oleh borstvoeding.com. Baruu aja saya masukan data terbaru (dan siap-siap dengan garis yang ga kelihatan indah).. tapi lihatlah berikut ini:



Alhamdulillah.... ternyata Mentari ga kekurangan makan kok, ya. Horeeee...!! Horeeee....!!! Legaaa :) Tapi memang sih, saya setuju, kurva ini cuma referensi aja.. banyak hal lain di samping kurva yang lebih penting untuk melihat perkembangan anak (makanya si dokter bilang, gapapa Mentari turun persentil, yang ternyata sebenernya ga turun juga. Yeeeyyyy!!)

Labels: