Tuesday, December 15, 2009

tentang hamil di belanda: cuti melahirkan

Ternyata cuti sebelum melahirkan itu, salah satu kenikmatan dunia! Hehehe :D

Berbeda dengan misalnya di Indonesia yang boleh mengambil cuti baru dekat-dekat hari perkiraan lahir (HPL), di Belanda 4 minggu sebelum HPL calon ibu sudah diwajibkan untuk mengambil cuti. Dimulai sejak 6 minggu sebelum HPL, calon ibu juga sudah boleh mengambil cuti.

Peraturan yang bagus? Menurut saya, iya! Saya merasakan sekali nikmatnya cuti kali ini. Saya lebih punya waktu untuk istirahat dan rileks, merasa lebih sehat, dan ada banyak waktu untuk melakukan persiapan kelahiran. Mencuci baju bayi, menata kamar bayi, merapikan rumah (yang katanya menjadi insting seorang calon ibu), tanpa kesibukan dan stres dari pekerjaan. Dan sepertinya kalau tidak ada "paksaan" untuk cuti seperti ini, kelihatannya saya masih akan kerja rodi sukarela di kampus :D

Dan menyenangkannya lagi, cuti 4 minggu sebelum melahirkan ini bukan berarti setelah melahirkan saya akan mendapat waktu cuti lebih pendek. Karena aturannya adalah saya mendapat jatah cuti: 4 minggu sebelum melahirkan, dan 12 minggu setelah melahirkan. Jadi total cuti: 16 minggu. Kalau misalnya sang bayi datang 1 minggu terlambat, saya tetap akan mendapatkan cuti 12 minggu setelah melahirkan, yang artinya total cuti saya: 17 minggu. Kalau sang bayi datang 1 minggu lebih cepat, total cuti saya tetap 16 minggu, yang artinya saya punya waktu 13 minggu bersama bayi. Jadi kalau begini, apa lebih baik bayi lahir lebih cepat saja, ya? Hehehehe...

Saya merasa bersyukur bahwa saya ada di sini saat ini. Selain aturan cuti melahirkan tadi, setelah kembali bekerja, selama bayi belum berusia 9 bulan, saya memiliki hak untuk mengurus bayi (memberi ASI misalnya) di dalam 25% jam kerja saya. Artinya, kalau saya bekerja 8 jam/hari, saya boleh absen 2 jam untuk pergi memberi ASI. Selain itu, kantor wajib menyediakan ruangan untuk memberi/memerah ASI. Untuk pelaksanaannya nanti, semoga saya dimudahkan untuk melaksanakannya, karena kadang-kadang hak memang ada, tapi kita sendiri yang terkadang membuatnya sulit untuk mengambil hak tersebut. (Contoh paling gampang dan paling umum yang saya perhatikan: jatah cuti libur ada, tapi kok rasanya kerjaan ga bisa ditinggal? Padahal kalau kita mau, gampang, tinggalkan saja pekerjaan itu dan liburlah!:).

Selain jenis cuti melahirkan (maternity leave), ada juga yang disebutnya dengan parental leave. Dengan parental leave ini, saya boleh mengambil cuti lagi setelah melahirkan, dengan total selama 12 minggu. Untuk jenis parental leave ini, saya hanya akan dibayar 67.5% dari gaji (berbeda dengan maternity leave dimana saya tetap digaji 100%) dan boleh diambil secara tersebar-sebar. Misalnya, dengan kontrak kerja saya yang 5 hari/minggu, saya bisa mengambil pilihan untuk bekerja 4 hari/minggu, yang artinya 1 hari/minggu saya pakai untuk parental leave. Dengan begini, saya boleh bekerja hanya 4 hari/minggu selama 60 minggu.

Efek cuti ini terhadap kontrak PhD saya: kontrak akan diperpanjang sebanyak masa cuti yang saya ambil, dan ini berarti saya akan menyelesaikan PhD dalam waktu 7 bulan lebih lama dari waktu normal (dan biasanya "orang normal" pun jarang yang bisa selesai dalam "waktu normal")!! Waah.. kapan pulangnya kalau begini? :D


Labels: ,

Friday, December 04, 2009

A surprise baby shower

I cannot thank enough for having such wonderful friends and colleagues!

Today is my last day at uni before my maternity leave. After a meeting with my supervisor this morning to discuss some practical stuffs, she asked me to come together to have a coffee break (in Holland, they have "fixed" coffee time around 10.30 and 15.30 where people usually come and have a chat). I wasn't suspicious at all, of course, since it's all normal daily life here.

But then I heard some noise from the coffee room. Hmm, so many people gathering, I wondered. I was trying to remember whether I received any emails announcing some celebration. Occasionally we have cakes from people who have birthday or other kind of things they want to share the happiness with. Then I came in and saw a lot of cookies (someone is definitely having a celebration, I thought), and a basket full of presents! I was looking around trying to figure out whose celebration it was.

Then they all shouted, "SURPRISE!!!!"

I was stunned.
It was all unexpected. Really, it was so nice (and very surprising), I didn't know what to say.
I still couldn't digest what was happening.

Then my supervisor said, "Since this is your last day before your maternity leave, we want to throw you a surprise baby shower..", then she continued, "we're all very sad that you're leaving for 4 months, but very happy that you're having a baby.."

....

That indeed was a very nice surprise. I was very touched by everything they did for me. They have been very kind to me during my pregnancy (yes, having experiments and being pregnant are actually not a very easy thing to do, but they have been helping me to make it possible), they didn't have to throw a party.

Thank you, Allah, for giving me such wonderful people around.
I know that the coming months when I'm back to work things are gonna be different, for sure, but it seems that I don't have enough reasons to worry.
If I am asked to name the best gifts I ever received in my life, I think I can say that one of them is having those people in a chapter of my life.

Labels: ,