Sunday, October 11, 2009

SHVM 2009

Wuiiih... udah lama banget berniat meng-update blog, tahu-tahu waktu berlalu begitu saja!

Akhir Agustus yang lalu saya pergi ke Padua, sekitar 50 km dari Venezia, Itali untuk mengikuti seminar. Seminar ini adalah konferensinya "Society for Heart and Vascular Metabolism" (SHVM). Kelompoknya cukup kecil, peserta konferensi hanya sekitar 150 orang, dan dalam 3 hari konferensi saya sudah cukup bisa mengingat wajah dan siapa saja orang-orang penting dalam dunia ini. Dibandingkan dengan konferensi besar yang saya ikuti beberapa waktu lalu, konferensi kecil seperti ini terasa lebih hangat dimana orang-orang saling mengenal satu sama lain.


Untuk saya sendiri, konferensi ini membuat sakit kepala karena banyak sekali ilmu baru, dan juga membuat cemas :D. Cemas karena begitu banyaknya hal-hal yang rasanya di luar jangkauan! Bahkan untuk beberapa sesi, saya sama sekali tidak familiar dengan hal-hal tersebut, belum lagi ditambah cara pandang yang berbeda-beda karena orang-orang di situ dari keahlian yang berbeda-beda.

Tujuan supervisor saya mengajak saya datang kesini adalah karena kita akan menggunakan teknologi yang dikembangkan di lab kita untuk terjun ke dalam bidang ini, sehingga kita perlu untuk mencari inspirasi, belajar lebih banyak, dan berkenalan dengan orang-orang di situ. Memang, seminarnya sendiri sangat menarik, dan saya bisa mendengar langsung dari orang-orang yang namanya biasanya hanya saya baca dalam jurnal-jurnal ilmiah. Tapi di sisi lain, seminar ini membawa tekanan tersendiri: apa yang harus saya capai dalam 4 tahun ke depan? Rasanya banyak sekali yang harus dikejar, di saat semua orang sudah berlari.. saya masih belajar merangkak.


Dalam 3 hari seminar, setiap malam selalu penuh dengan acara-acara untuk bersosialisasi. Di malam pertama kami diundang untuk menikmati resital musik kamar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-100 Richard Bing. Profesor Bing adalah seorang cardiologist yang telah berkontribusi besar di bidang metabolisme jantung, dan juga seorang komposer musik. Di malam kedua, gala dinner. Yang paling lucu adalah, di sesi terakhir hari itu pembicaranya menerangkan tentang hasil penelitian mereka bahwa makan makanan berlemak tinggi di malam hari (di akhir masa aktif tubuh) lebih beresiko terhadap jantung dibandingkan di pagi hari (ayo, yang suka makan "besar" untuk makan malam, hati-hati ya ;) Untung saja panitia tidak memutuskan untuk membatalkan gala dinner malam itu :-). Hahahaha.

Kami-kami dari Belanda: Ot (mahasiswa PhD di Eindhoven juga), saya, Jeanine (supervisor kami), Sander (supervisor dan kolaborator Ot dari Amsterdam)

Dua hari berikutnya kami habiskan berjalan-jalan di Venezia. Kali ini berarti kunjungan kedua bagi saya, dan saya lebih menikmatinya daripada kunjungan pertama! Rasanya Venezia terasa lebih hidup.. mungkin karena cuaca cerah (dan sangat panas dan lembab!!) dan juga banyak turis. Tapi selain itu juga, entah kenapa kali ini Venezia terlihat lebih cantik...

Grand Canal di waktu matahari terbenam, pemandangan dari jembatan Rialto

Jembatan Rialto

Salah satu kanal kecil di dalam kota Venezia

Antrian turis-turis untuk gondola (yang ya, masih juga terasa mahal buat kita :)

Labels: ,

Thursday, March 19, 2009

romantis?

Dalam masa kanak-kanak saya, definisi saya tentang Eropa cukup sederhana. Eropa buat saya, salah satunya, adalah Venezia. Gang-gang tergenang air, orang-orang dalam perahu.

Dalam kesempatan berlibur kali ini, memang kota ini mengundang kontroversi dengan sang teman perjalanan. Memang, selain romantisnya gondola dan begitu banyak air, tak begitu banyak yang ditawarkan Venezia. Apalagi dengan banyaknya turis di kota ini, segala sesuatu di sini harganya selangit! Naik gondola? Mmm, pikir-pikir dulu deh..


Berjalan menyelusuri gang-gang di kota Venezia, menikmati matahari yang cerah, menghirup segarnya udara dingin, memperhatikan berwarna-warninya rumah-rumah disana, mengamati kesibukan perahu lalu lalang di tengah-tengah kota, ... untuk saya, itu adalah keajaiban. Suatu anugerah ketika saya bisa melihat dengan nyata apa yang ada di dalam bayangan masa kecil saya.

Dan yang lain-lain menjadi tidak begitu penting. Perasaan hangat yang meresap di dada ketika menikmati semua ini,.. itulah yang membuatnya menjadi demikian romantis.

Labels: ,