Saturday, September 26, 2009

Alpen hari ke-4: Zell am See & Kitzsteinhorn

Hari ke-4, Marina dan Fabian datang dari Wina ke Kirchberg, jadi kami bisa pergi agak jauh :-). Hari itu kami berencana pergi ke Kitzsteinhorn, salah satu daerah glacier di daerah Salzburg di ketinggian 3000m.

Kami naik mobil dari Kirchberg, melalui Kitzbuhel, lalu Pass Thurn, Mittersill, terus ke arah barat melalui Uttendorf, lalu ke Kaprun.
Kami datang kesana pagi hari, namun ternyata karena tiket untuk naik gondola ke puncak gunung lebih murah di siang hari, kami memutar arah menuju Zell am See. Di Zell am See ada danau yang besar, jadi kami memutuskan untuk makan siang di tepi danau.

Zell am See

bebek (?) berenang

piknik makan siang

Dari Zell am See menuju Kitzsteinhorn kurang lebih memakan waktu 20 menitan. Tempat naik gondola (dan parkir mobil) ada di lembah ketinggian 911m. Mendaki gunung di pegunungan Alpen katanya seperti menyusuri bumi dari lintang rendah ke lintang tinggi. Di lembah Kitzsteinhorn tempat naik gondola pemandangannya adalah seperti di daerah iklim subtropis, dengan hutan yang homogen. Naik lebih atas lagi pemandangan berubah menjadi tundra di iklim dingin, dan pada akhirnya menjadi gunung berlapis es!

Gondola dari lembah 900m ke 2000m

Di stasiun pemberhentian 2000m

Dari pemberhentian 2000m ini, kami menuju ketinggian 2452m dengan cable car terbuka. Cukup menyeramkan juga!

ibu (diambil waktu turun)

saya & mas z (diambil waktu turun juga)

Pemandangan tundra

Hampir sampai 2452m

Alpincenter di 2452m

Dari Alpincenter, kami naik lagi gondola besar (satu gondola isinya sampai sekitar 20 orang, berdiri, dan hanya ada setiap 15 menit sekali) menuju puncak Kitzsteinhorn di 3000m. Di sini gunungnya selalu terlapisi es sepanjang tahun, dan ada daerah yang bisa dijadikan tempat bermain ski di musim panas.

gondola menuju puncak Kitzsteinhorn

Di puncak - seperti mimpi! :)

Labels: ,

Friday, September 25, 2009

Alpen hari ke-3: National Park Mittersill

Hari ketiga perjalanan kami dihabiskan di national park Hohetaurn di kota Mittersill. Mittersill adalah kota kecil di lembah Resterhohe (hari kedua kami pergi ke puncaknya). National park ini luasnya 1836 km2, isinya penuh dengan informasi mengenai pegunungan alpen. Yang paling menarik adalah video bird eye view pegunungan alpen. Bagus sekali!

Kami berangkat jam 8.45 pagi dengan bus dari Kirchberg ke Kitzbuhel (10 menit) lalu dari Kitzbuhel ke Mittersill (25 menit). Oleh supir busnya diantar sampai depan national park. Supir bus ini baik sekali, beliau ngasih tahu kita dimana harus naik lagi waktu pulang.

national park Mittersill

makan siang di taman belakang


Pulang dari Mittersill kami turun di Aurach, 5 km sebelum Kitzbuhel. Rencananya ingin melihat wildpark. Kelihatan di peta sih dekat, tapi ternyata untuk ke wildpark kami harus mendaki gunung 5,5 km! Hari sudah sore, ga akan keburu untuk bulak-balik naik turun gunung dan mengejar bus pulang ke Kitzbuhel. Akhirnya kami memutuskan pulang saja dan karena bus berikutnya masih setengah jam lagi, kami pulang jalan kaki melewati desa-desa kecil dan menyusuri sungai yang airnya jernih sekali.


Di perjalanan pulang ini langit cerah sekali, awan tipis sekali. Latar belakang Wilder Kaiser yang terkenal terlihat gagah sekali. Sayang kamera tidak bisa menangkapnya dengan baik...

yang putih-putih itu Wilder Kaiser

Labels: ,

Thursday, September 24, 2009

Alpen hari ke-2: Balon udara & panoramabahn

Hari ini dimulai dengan menikmati persiapan balon udara yang akan berlomba. Senang ya sepertinya menjadi bagian dari event besar seperti ini. Dari pagi sudah beraktivitas,... terasakan semangatnya! Ternyata balon-balon udaranya bentuknya macam-macam, lho.

balon udara

dipanaskan supaya bisa terbang

balon jaguar

balon peniup bagpipe

Setelah lihat persiapan balon yang akan terbang, kami berangkat ke Breitmoss (1274m) sekitar 22 km dari Kirchberg in Tirol. Kami pergi dengan bus umum ke Kitzbuhel, kemudian ganti ke arah Pass Thurn. Perjalanan kurang lebih 40 menit mendaki.

Di Breitmoss kami naik gondola Panoramabahn untuk mendaki ke puncak Resterhohe (1894m). Pemandangan ke arah selatan dari Resterhohe ini adalah barisan gunung-gunung yang selalu terlapisi es sepanjang tahun. Dari gondola terlihat kalau pepohonan di sana homogen, banyaknya pohon dengan daun rancung (seperti cemara?) tidak seperti di pegunungan di daerah tropis.

di gondola

pemandangan gondola

alm - tempat sapi memamah biak

Sampai di puncak Resterhohe, udaranya cerah sekali meskipun terasa dingin. Sayangnya langit hari itu banyak awan putih yang menghalangi pemandangan ke arah barisan pegunungan es, sehingga gunung-gunung putih tersebut tidak terlalu kelihatan. Hiks hiks.

Di puncak Resterhohe

Di puncak kami berjalan ke arah danau resterkogelsee dan makan siang di tepi danau. Danau ini berfungsi sebagai tempat penyimpan air cadangan untuk pembuat salju, karena daerah ini harus memiliki salju di musim dingin. Kebayang kan kalau banyak sekali orang yang datang jauh-jauh untuk bermain ski, ternyata saljunya ga ada?

Resterkogelsee

Labels: ,

Wednesday, September 23, 2009

Alpen hari ke-1: Kitzbueheler Horn

Musim gugur 2009 orang tua saya datang ke Belanda sekalian untuk merayakan idul fitri bersama-sama. Selain itu, kami pergi jalan-jalan ke pegunungan Alpen di daerah Kitzbuehel Austria. Dua hari setelah idul fitri kami terbang dari Amsterdam ke Munchen, lalu naik kereta 2 jam ke Kirchberg in Tirol, tempat kami tinggal.

Kami tinggal di apartemen milik orang Belanda, dapet promo jadinya murah sekali.. 200 euro untuk tinggal 8 malam dengan kondisi apartemen 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur. Lokasinya bagus juga, 300 meter dari stasiun kereta api, dan menghadap ke salah satu bukit, yang ternyata sedang menjadi lokasi kompetisi balon udara ketika kami disana. Jadi setiap pagi kami punya pemandangan balon-balon udara yang akan terbang, dan di sore hari pemandangan ketika balon udara tersebut pulang.

apartemen

pemandangan dari balkon apartemen - heaven!

Pada hari pertama, kami pergi dari Kirchberg ke Kitzbuhel (salah satu kota yang agak besar di darah Kitzbueheler Alps, 10 menit dengan bus). Dari situ kami naik gondola Hornbahn I menuju ketinggian 1270m (Kitzbuhel berada di ketinggian sekitar 600m), disambung dengan gondola Horn-Gipfelbahn ke ketinggian 2000m. Lalu kami berjalan turun melewati taman bunga hingga ketinggian 1700m lalu turun dengan gondola Hornbahn II.

Di puncak Kitzbueheler Horn

Turun dari Kitzbueheler Horn

ibu sama sapi :)

rumah kecil di taman bunga

bunga perak (?)



Labels: ,

Tuesday, March 10, 2009

ECR 2009 (3): opera

Kalau ada yang saya sesali dari kunjungan ke Wina kemarin, adalah tidak pergi menonton opera! Sebenarnya profesor saya sudah mengajak untuk ikut menonton (tapi sayangnya mengajak disini = membayar sendiri), tapi hanya beberapa dari kami saja yang ikut pergi. Malam tersebut, saya dan banyak teman lainnya malah pergi menonton Watchmen* di bioskop. Lucunya, di perjalanan menuju kesana.. satu orang dari tim marketer opera mendatangi kami dan mempromosikan konsernya. Dan komentarnya, yang terdengar sangat benar di telinga saya, ketika mendengar bahwa kami sudah punya acara untuk ke bioskop adalah:
"You are in Vienna, and you are going to the movie? When you go home people will ask about your trip in Vienna and they will ask you about the opera! You haven't been to Vienna if you haven't been to its opera!
Haha. Sounds true. Austria, dan tentunya Wina, buat saya, adalah kota musik. Banyak komposer terkenal ada di sini.Di masa yang lampau, para komposer menggelar debutnya di kota ini!
Banyak pemusik kembali ke Wina untuk belajar musik. Saat ini, setiap malam di Wina, digelar orkestra maupun opera di beberapa tempat sekaligus. Kali lain saya punya kesempatan untuk kembali, saya tahu kemana saya akan pergi...

Operahaus

Mozart pernah tinggal di sini..

*) BTW, ada yang suka Watchmen? Definitely not my type of movie.

Labels: , ,

ECR 2009 (2): kebaikan-kebaikan

Yang lain yang ingin saya bicarakan tentang ECR 2009 kemarin, adalah tentang kebaikan-kebaikan yang saya terima.

Saya betul-betul terkesan dengan kebaikan profesor saya. Saya merasakan kebaikannya sebagai seorang guru yang sangat peduli dengan murid-muridnya. Bukan hanya seorang pengajar, tapi juga pendidik sekaligus sahabat. Bayangkan, malam pertama kita tiba, beliau lebih memilih untuk meng-organize acara makan malam dan duduk bersama mahasiswa-mahasiswanya, daripada datang ke VIP dinner (yang katanya selalu di tempat "wah"-nya Wina). Hari pertama kongres, beliau pergi bersama-sama kita, mengajak makan pagi, dan menunjukkan jalan. Beliau tinggal di hostel bersama-sama kita, hang-out bersama-sama kita, dan banyak kebaikan-kebaikan lainnya untuk memastikan mahasiswa-mahasiswanya dalam keadaan yang nyaman.

Salah satu acara makan-makan ;)

Di kongres, beliau meluangkan 2 jam (dan sebenarnya 3x 2 jam karena ada 3 grup) untuk menemani kita berkeliling-keliling di technical exhibition yang besar itu. Beliau menjelaskan banyak teknologi baru, dan yang paling penting, menunjukkan bagaimana membuka percakapan dengan para ekshibitor. Beliau memotivasi kami semua (atau saya, setidaknya) untuk kembali ke technical exhibition di hari-hari berikutnya, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapat informasi dan network!

Malam terakhir, kami pergi ke acara dinner party. Orang-orang berdasi kupu-kupu, bergaun cantik, live music, dansa, dll. Ini pertama kalinya saya datang ke acara seperti ini. Pak profesor berdansa dengan beberapa murid-nya (saya sembunyi di balik meja, takut diajak dansa :P abisnya kalau sampai nginjek kakinya gimana? hihihi), dan malam tersebut beliau selalu berpindah-pindah dari satu meja ke meja yang lain untuk mengajak kita ngobrol. Dan selain itu, ketika acara formal telah selesai, dan live music sudah diambil alih oleh DJ dan semua orang dugem, pak profesor ikutan dugem juga sampai pagi! :-)

Meja kita

"Shall we dance?"

Inti yang saya mau katakan adalah, saya dan banyak teman lainnya terkesan dengan kebaikan beliau, atas apa yang beliau lakukan untuk kami. Dan seperti yang orang-orang katakan bahwa kebaikan itu menyebar... jika kami tidak bisa membalas kebaikannya, kami akan berusaha membalasnya dengan melakukan kebaikan-kebaikan kepada orang lain...

Labels: , , ,

ECR 2009 (1): inspirasi

Cita-cita untuk pergi ke konferens besar akhirnya tercapai juga! (OK, untuk para researcher sukses, pergi ke konferens mungkin hal yang biasa). Tanggal 6-10 Maret kemarin ini 26 orang dari grup biomedical imaging TU/e pergi ke European Congress of Radiology (ECR) 2009 di Wina. Di kongres ini para radiologist dari penjuru Eropa (dan juga beberapa anggota society dari Amerika), researcher dan industri berkumpul. Di kongres tahun ini, grup kita terpilih menjadi salah satu dari 10 grup yang diundang untuk ikut ekshibisi! Pak profesor berbaik hati sekali untuk memberi kesempatan ini untuk para mahasiswa master-nya (dan tugas kita "cuma": jaga stand ekshibisi :D). Sudah 6 bulan kita (atau lebih tepatnya: pak profesor) merencanakan perjalanan ini --pesawat sudah di-book dari jauh-jauh hari, sponsor dicari, dll... Dan akhirnya, tanggal 5 Maret kemarin kita terbang dari Dusseldorf ke Wina! Exciting!!!

Austria centre, Wina

Kongres dimulai di hari berikutnya, dan ternyata memang sangat besar!! Banyak sekali ekshibitor dari industri (sampai jalan dari satu stand ke stand yang lain sangat melelahkan karena tempatnya luas sekali!) dan tentu saja mereka betul-betul terlihat dalam top shape. Kongres ini adalah kesempatan untuk para radiologist/medical physicist untuk "berbelanja" produk untuk rumah sakitnya, seperti MRI, CT, ultrasound, CAD software, dll... sehingga sangat penting untuk menunjukkan top performance di sini. Secara keseluruhan, kabarnya, ada sekitar 17000 orang berkumpul di kongres ini!

Booth ekshibisi biomedical image analysis TU/e

Fruit CT scanner -di sebelahnya ada stand juice dan smoothie gratis

Di kongres ini saya mendengarkan salah satu lecture yang paling berkesan yang pernah saya dengar. Tentang masa depan molecular imaging, topik tesis master saya dulu. Selain itu, ada satu speech dari penerima gold medalist, Ibu Helen M.C. Carty, yang sangat menyentuh. Beliau mengatakan, bahwa kesuksesan beliau adalah karena beliau sangat menikmati pekerjaannya bertahun-tahun ini. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam kesibukannya beliau tidak pernah melewatkan acara keluarga, "because at the end, it is family that matters". So true. Tapi kemudian beliau menambahkan, bahwa ESR (European Society of Radiology) juga penting, karena ESR adalah keluarganya juga. Sweet.

Oh ya, jadi ingat satu quote bagus dari lecture tentang "women in radiology", yang isinya banyak membicarakan tentang work-life balance (bukan buat perempuan saja, tapi untuk laki-laki juga lho, ya!). Kata work-life balance itu penting karena kita semua pasti bercita-cita untuk memiliki:
a life well lived
a job well loved
Inspirasional.

Labels: , , ,