Tuesday, October 07, 2008

Celebration


A well-deserved celebration!!

Labels: ,

Monday, October 06, 2008

Penghargaan

Salah satu kesan baik yang saya dapatkan di grup tempat saya mengerjakan tesis: perhatian. Profesor saya, beliau sungguh perhatian. Saya bisa merasakan perhatian beliau terhadap mahasiswa-mahasiswanya. Saya merasa dianggap sebagai "seseorang" di lab, padahal bayangkan, betapa banyaknya urusan beliau. Saya sendiri rasanya perlu berpikir lagi, apakah saya sudah bisa membuat orang lain merasa sebagai seseorang yang penting.


Hari ini keluarga saya datang ke presentasi akhir saya. Profesor saya berkenalan dengan mereka. Salah satu supervisor harian saya meluangkan waktunya untuk mengantar mereka berkeliling ke lab-lab dan mendemonstrasikan banyak hal. Sungguh, saya merasa diperlakukan dengan sangat baik. Dengan penghargaan mereka terhadap keluarga saya, saya merasa keberadaan saya dihargai. Pertanyaan serupa: apa saya bisa berada di posisi seperti mereka?

Kadang kita terlena dengan posisi superior dengan penuh power, tapi lupa kalau posisi itu artinya tanggung jawab untuk melayani. With great power comes great responsibility, right?

Labels: , ,

Done!

Sebelum momen-momen ini hilang... rasanya ingin kembali berpikir tentang apa-apa yang terjadi akhir-akhir ini. Setelah off 1 minggu kemarin --cerita tentang ini menyusul kemudian mudah-mudahan, saya kembali dengan pikiran yang lebih segar, hati yang lebih tenang, dan kepercayaan diri yang lebih besar. Satu minggu menuju hari yang telah ditunggu-tunggu: presentasi akhir dan defense project satu tahun ini!

Seminggu terakhir kemarin, sebagaimanapun sudah saya atur supaya ga terlalu tumpuk menumpuk, tetap banyak sekali yang perlu saya siapkan. Laporan belum juga final, sampai besok paginya laporan harus sudah masuk ke semua anggota examination committee, jam 5 sore saya masih bercakap-cakap di telepon untuk mengubah satu grafik yang juga akan mengubah kesimpulan. Sungguh, kalau ada hal yang sepertinya tidak pernah ada akhirnya, rasanya menulis tesis adalah salah satu di dalamnya. Untuk hal-hal seperti ini, kita perlu tahu kapan saatnya berhenti, dan ini bukan hal yang mudah. Selain itu saya harus membuat poster. Rencana awal, saya pikir poster ini tidak akan memakan waktu. Tinggal permak dari poster di research day sebelumnya, print, beres deh. Tapi kok rasanya gak sreg ya kalau ga ada siapapun yang proof-read? Yah, akhirnya poster ini pun memakan waktu lama. Akhirnya tinggal tersisa 3 hari untuk membuat presentasi! Saya yang biasa, mungkin akan panik, tapi alhamdulillah saya merasa sangat tenang seminggu kemarin. Sedikit demi sedikit dijalankan, dan ketika ga panik seperti itu rasanya otak bisa lebih berjalan.

***

Menghadapi defense ini bukan sesuatu hal yang biasa. Saya sudah mulai sakit perut memikirkannya sejak berminggu-minggu sebelum ini! Hanya membicarakannya saja membuat badan ini rasanya lemas. Seminggu lalu, selain mempersiapkan semua material yang dibutuhkan, saya mulai mempersiapkan mental. Mengobrol dengan orang-orang sekitar, terbuka untuk "membicarakan" ketakutan-ketakutan saya,... dan saya mendapat banyak encouragement yang membuat saya lebih kuat.
"You are not nervous, it's only your feeling. Keep thinking that you are fine".
"You have done a lot of things".
"Your work has been something to admire".
"Don't worry you know all things you've done proper enough".

Dan hari ini datanglah. Banyak yang hadir di presentasi terbuka (terimakasih semuanya). Buat saya, kehadiran orang-orang di presentasi saya banyak membantu untuk membuat saya merasa lebih tenang. Semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. Defense tertutup selama satu jam setelah itu pun berjalan lancar, dengan diskusi dengan 6 anggota examination committee yang sangat menyenangkan. Alhamdulillah...

***

Semua kerja keras telah terbayarkan. All pain worths. Setahun kebelakang ini betul-betul setahun yang tidak akan mudah saya lupakan. Entah apa yang telah terjadi, saya harus berhenti dan berpikir kembali, tapi semua kejadian-kejadian telah membuat saya menjadi saya yang saat ini. Saya yang lebih kuat, saya yang belajar untuk lebih "stand up", untuk lebih ... entahlah, banyak hal yang tidak bisa saya katakan saat ini. Tapi rasanya, saya bisa berkata, ya, saya telah menjadi setahun lebih dewasa. And I'm not sorry that I learnt it in a hard way.

Now I'm looking forward to the next surprises in life, which I know I can't expect it to be less tougher... Insya Allah.

Labels: ,

Monday, August 18, 2008

musim ini akan berganti


Orang bijak pernah berkata, seringkali kita tidak menyadari betapa berharga apa yang kita miliki hingga saatnya ia menghilang.

Saya setuju.

Dan karena itu saya bersyukur dengan diperpanjangnya waktu proyek saya sekarang. Perpanjangan waktu itu memberi saya kesempatan untuk lebih menghargai apa yang saya miliki sekarang. Topik yang menarik, tempat kerja yang mendukung, orang-orang yang sangat membantu, dan juga kejutan-kejutan tak terduga yang sedikit banyak memberi pelajaran berharga mengenai bagaimana menjadi manusia.

Saya tahu, dalam hitungan minggu, proyek ini akan berakhir. Tekanan akan terlepas. Mimpi-mimpi saya tiap malam akan berubah. Doa akan terjawab. Dan jerih payah satu tahun ini akan terbayarkan. Dan satu hal yang saya juga tahu pasti: saya akan merindukan saat-saat ini.

Karena itu, saya memilih untuk bangun setiap hari, belajar untuk bersyukur, dan menikmati setiap hari yang saya miliki.


***

TU/e, 18 Agustus 2008

Ditulis kala perasaan hati terbawa kelabunya hari
Ketika hujan tak kunjung berhenti, dan matahari tak juga sudi kembali


(foto diambil oleh Mel Noy ketika di sini)


Labels: ,

Monday, August 04, 2008

Wooohooooooooooooooo!!!

I wanna scream!!

Alhamdulillah, finally I have nice results to write on my thesis :).
Some more measurements to go, but hopefully it will be OK as well.
So happy!!

Alhamdulillah.. alhamdulillah.

Labels: ,

Tuesday, July 08, 2008

Luck?!

Akhir-akhir ini jadi memikirkan satu kata: luck.
Orang sering bilang, "Good luck!", ketika kita akan ujian, misalnya. Sebenernya betulkah yang kita butuhkan itu (semata-mata) luck? Toh banyak juga hal lain yang mempengaruhi keberhasilan seseorang, usaha, kerja keras, dedikasi juga doa? Tapi kenapa "good luck"?

Apakah artinya setelah sedemikian banyak usaha yang dilakukan, masih tetap ada unsur "luck" yang juga berpengaruh? Atau sesuatu yang lebih daripada luck?

***

Hari ini saya bersama dengan mentor saya punya eksperimen besar. Repetisi dan optimalisasi dari eksperimen sebelumnya. Persiapan eksperimen ini memakan cukup banyak waktu. Kami harus mengurusi 27 tabung kultur sel. Jam 4.30 sore kami melakukan eksperimen terakhir, yang melibatkan 15 dari total tabung tersebut. Pada satu langkah, kami harus memasukkan tripsin ke dalam tabung tersebut. Beberapa langkah setelah itu, kami akan men-fiksasi sel-sel tersebut, dengan paraformaldehide. Tripsin dan paraformaldehide tentunya dua hal yang jauh berbeda, namun sayangnya, botolnya sama. Tulisannya cuma pake tulisan tangan. Dan kecelakaan pun terjadi. Bukan tripsin yang masuk, namun paraformaldehide. Sel bukannya bekerja seperti yang diharapkan, tentu saja, sel-sel di 15 tabung itu semua mati. :-(.

Kalau sudah begini, apa ini yang namanya ga punya luck?
Atau kurang usaha dan doa?

Entah apa jawabnya.

Anyway, saya tadi ga tahu harus ketawa atau nangis. Atau lega. Lega karena rasanya ga akan ada hal yang lebih buruk dari ini yang bisa terjadi (?). Supervisor saya juga sedih, dan sepertinya juga merasa bersalah. Saya memang yang jelas-jelas salah memberikannya pada dia, tapi dia ikut merasa bersalah karena ga dobel cek. Dia mungkin lupa kalau mahasiswanya ini sering eksperimen sambil absent-minded.

Nah, mungkin terlepas dari masalah tadi luck atau bukan: saya harus belajar ga boleh absent-minded.

***

Mohon doanya. Setiap hari lihat kalender, waktu kok kayaknya seperti terbang, dan dengan hal-hal yang seperti saya ceritakan tadi, kok rasanya saya jadi makin merasa seraaam.... :-)

PS: untuk yang penasaran gmn reaksi saya tadi, beberapa potong percakapan:
saya: (sambil senyum) Yaah... setidaknya saya benar soal satu hal: eksperimen kali ini selesai lebih cepat.
dia: Yah, setidaknya kamu bisa senyum.
saya: Memangnya kamu mengharapkan saya nangis ya?
dia: Ya nggak, tapi juga nggak mengharapkan kamu senang.
saya: Saya nggak senang kok, senyum ga berarti senang, lho. Tapi ya, apa yang bisa kita lakukan sekarang. Ga akan ada yang berubah.
dia: Bener juga, daripada sedih lebih baik senyum aja.

... dst... dilanjutkan pembicaraan-pembicaraan lebih serius.

tapi kemudian setelah dia pergi (tapi tiba-tiba dia muncul lagi di belakang saya :D), saya ketemu anak PhD lain yang kita sering curhat-curhat.. saya bilang: duh, ga tau lagi harus nangis atau ketawa.. terus saya ketawa, tapi kok dalam hati rasanya sediiiiiiiiih banget ya. Ironis.

Yosh, masih ga tahu harus merasa apa, tapi yang paasti: sekali lagi mohon doanya.
Jumat ini saya (dengan senang hati) akan mengulang eksperimen ini lagi.

Labels: ,

Thursday, July 03, 2008

Curhat panjang!

Warning: posting ini panjang. Setelah sekian lama kehilangan kata-kata, akhirnya intuisi untuk curhat kembali lagi. Hah haa.

***

Setelah sekian lama berhenti posting, .. kali ini kita cerita dengan cerita ringan-ringan dan lucu-lucu, aja, ya. :-). Ga posting sejauh ini, bukan karena ga ada yang bisa dibagi, tapi yang terjadi terlalu banyak, kadang sulit dicerna, dan jadinya ketika buka blogger... bingunglah mau mulai dari mana. Sama kejadiannya dengan menulis tesis ternyata. Buka halaman baru, nah lho, bingung juga harus mulai dari mana. :D.

Anyway, ngomong-ngomong soal tesis, defense tesis insya Allah awal Oktober nanti. Setelah berusaha sedemikian keras (cieee...) untuk selesai akhir Agustus, apa boleh buat. Demi kesehatan rohani dan jasmani, karena masih banyak yang perlu dikerjakan, perlu ditulis, perlu dianalisis, sementara libur musim panas udah dimulai (well, saya sih kerja terusss.. tapi para supervisor dan para laboran yang akan membantu menganalisa data tidak bisa diganggu gugat liburnya...), mari kita tarik napas, dan membuat rencana yang lebih masuk akal.

Mudah-mudahan hasilnya bisa maksimal nanti. Karena proses satu tahun ini, terlalu sayang untuk disia-siakan hanya karena diburu-buru waktu, yang sebetulnya ga perlu dipaksa buru-buru juga. Satu tahun ini banyak sekali yang dipelajari, bukan cuma masalah ilmu, tapi juga banyak hal-hal lainnya. Yang sangat berharga. Yang sekalipun ketika dijalani, sempat terpikir kok bisa ya survive sampai saat ini, .. tapi memang kok, Allah tidak pernah memberikan beban lebih dari yang bisa kita tanggung. Dan kalau dipikir-pikir lagi, membuat saya tersenyum juga. Bahagia. Ternyata satu tahun ini begitu menarik. Dah, dah, stop stop. Satu tahunnya baru akan berakhir bulan Oktober nanti, masih ada kurang lebih 3 bulan lagi untuk meneruskan petualangan ini :-). Dan kalau ini diteruskan, isi posting ini akan jadi berat kembali.

***

Saya ga percaya hari baik dan hari buruk. Semua hari adalah baik, tapi boleh dong kalau bilang hari ini rasanya aneh sekali. Ditambah ada kejadian konyol di lab MRI. Jadi hari ini, pertama kalinya saya pakai scanner yang satu ini (ada 4 scanner dengan medan magnet yang berbeda yang bisa dipakai). Karena beda scanner, maka protokolnya pun beda, jadi harus belajar lagi. Setelah diajari beberapa kali, akhirnya mentor saya membiarkan saya mengerjakannya sendiri. Satu kali, dia masih ikut ngelihatin.. lancar.. terus berikutnya dia bilang kalau dia mau ninggalin saya. OK, saya pikir. Ga sesusah itu kok ternyata mengoperasikan scanner ini. Ga lama setelah itu, dia datang lagi ketika saya sedang melakukan tuning frekuensi (kalau kata-kata ini membuat cerita ini jadi ga bisa dimengerti, skip aja istilah ini, intinya ada hardware yang harus saya pegang-pegang), manual, pake tangan. Saya di ruang scanner, dia di ruang kontrol. Lalu dia bilang, stop stop, kamu mutar ke arah yang salah, frekuensinya terlalu jauh. Dan selanjutnya, singkat cerita, saya membuat frekuensinya pindah terlalu jauh, dan monitor tuning di scanner tersebut nggak bisa memunculkan itu lagi. Jadi, kita ga tahu kita frekuensi kita sekarang ada di mana :D.

Akhirnya dia berhasil membuatnya bekerja kembali. Kita mulai tes sinyal keluaran dari scanner. Lah, kok bentuk sinyalnya aneh sekali ya. Waduh, jangan-jangan frekuensi tadi masih belum bener. Lalu dia panggil koleganya, anak PhD juga, yang kelihatannya lebih berpengalaman. Dia cek, puter-puter frekuensi lagi. Beres, katanya. Udah bener kok harusnya. Tes sinyal lagi. Lah, masih salah juga kayaknya. Putus asa, aneh sekali ini, akhirnya kita panggil sang guru, assistant profesor. Beberapa lama dia coba-coba cek frekuensi, pake alat tambahan segala, lalu dia bilang, OK, harusnya jalan.

Dia pergi, terus mentor saya ngeliat saya yang udah merasa bersalah dia bilang... well, kamu ga melakukan hal yang terlalu salah kok, cuma saya aja yang juga ga ngerti gimana nge-tuning balik kalau udah de-tuned terlalu jauh. Fiuh, lega. Tapi... waktu coba tes sinyal lagi, lhooo kok ga berubah?? Terus saya mulai berpikir, aduuh apa yang tadi saya lakukan yaaa?!

Akhirnya sang guru kita panggil lagi, terus mereka berdua sibuk di ruang scanner. Saya lagi ada telpon, jadinya saya keluar dulu. Ga lama dari situ, saya lihat sang guru keluar. Terus mentor saya juga keluar, dan dia manggil saya, sini, katanya. Terus dia serius gitu, dia bilang... "Saya tahu masalahnya." Dalam hati saya, waduh apa lagi ini. Terus lanjutnya, "Mungkin ini akan membuat kamu tertawa." Dalam hati saya lagi, duh, mungkin sesuatu yang bodoh nih.

Terus dia bilang, sini sini, sambil mengajak ke ruang scanner. Terus dia ngeluarin coil berisi sampel dari scanner (untuk melakukan MRI scan, sampel kita harus dimasukkan ke dalam coil, lalu coil dimasukkan ke scanner).. terus dia nunjuk ke sampel itu sambil bilang, "Nah, kamu tahu apa ini artinya, kan?". Ya ampuuun, saya bener langsung ketawa, bener-bener ketawa, ya mentertawakan diri sendiri, ya malu, ya, ya, ya. Jelas aja dari tadi sinyal keluarannya ga bener-bener, saya terbalik memasukkan sampel! Ilustrasinya gini: kalau kita mau men-scan otak seseorang, lah kok yang dimasukan malah kakinya? Ga masuk akal kan?!!
Duuh, maaf yaa, sampai buang-buang waktu 1 jam lebih buat akhirnya menemukan bahwa kesalahannya simpel. Dan mendasar. Dan memalukan!!

Ngomong-ngomong soal memalukan, kayaknya mentor saya yang satu ini udah maklum (dan sabar :D) lihat hal aneh-aneh terjadi sama saya :D. Ya yang pernah lupa satu step reaksi, padahal tertulis jelas-jelas di protokol, sampai akhirnya habislah usaha setengah harian kerja, ya yang lupa ini lah, itulah, dll. Tapi kalau saya lihat kembali apa yang terjadi di tesis saya ini, ... saya memulainya dengan berjalan kesana kemari, kurang lebih "sendirian", tersesat di tengah-tengah lab, betul, datangnya dia untuk bekerja sama (baca: mementori) untuk porsi besar dari tesis saya ini, seperti air di padang pasir (cie bahasanya :D). Dia salah satu orang yang berjasa mengajari banyak hal dari awal, mulai dari hal kecil seperti menggunakan pipet mekanik (!!) sampai hal penting seperti mengatur rencana eksperimen. Saya sangat bersyukur bahwa di tengah-tengah kejangaran dan keluarbiasaan tesis saya ini, dia adalah salah satu orang yang Allah kirim untuk menolong saya. Alhamdulillah.

Cukup sekian dulu, moral of the story: 1) kalau kerja jangan absent-minded; 2) di mana ada kesulitan selalu ada jalan; 3) pikirkan sisi positif dari segala sesuatu yang terjadi, itu akan membuat kita untuk lebih mudah untuk bersyukur.

Alhamdulillah,.. alhamdulillah. Allah maha baik, hanya kadang kita perlu mau untuk berusaha untuk mengerti kebaikanNya yang tak terhingga.

Labels: ,

Wednesday, May 28, 2008

[...]

...
...

unbelievable!!

Labels:

Tuesday, April 29, 2008

berkomunikasi...

Di antara sekian banyak vacancy yang sering saya lihat di papan pengumuman kampus, seringkali saya melihat salah satu syarat ini:
"Since this project will require collaboration with many investigators from various backgrounds, good communicational skills are a prerequisite."
Selalu terbayang oleh saya, pekerjaan yang melibatkan banyak orang adalah hal yang sangat menarik. Sungguh menyenangkan bisa terlibat di suatu proyek yang kita memiliki posisi sendiri, tapi juga tetap perlu berkolaborasi dengan orang lain agar semuanya tetap bisa berjalan dengan baik.

Project terakhir kali saya, juga melibatkan banyak orang. Neurobiologist, MR technologist, dan computer scientist. Saya kurang lebih ada di posisi computer scientist. Bekerja di proyek tersebut berjalan sangat lancar, terutama karena setiap orang mempunyai fungsi masing-masing dan bekerja sesuai fungsinya.

Sekarang ini, untuk project thesis saya, saya juga perlu berhubungan dengan banyak sekali orang. Seorang chemist, biologist, dan MR technologist. Bedanya, saya sekarang berada di tengah-tengah. Mereka semua adalah supervisor saya, dan saya perlu mengerjakan semua hal itu. Berkomunikasi dengan semuanya bukan hal yang mudah, terutama karena satu hal berhubungan dengan yang lain, dan saya yang harus menjadi "mediator"-nya. Tapi memang, menyenangkan sekali mengerjakan sesuatu yang dinamis seperti ini. Saya belajar banyak, insya Allah, termasuk belajar mengenai diri saya sendiri... :-)

Jadi kalau melihat kalimat di vacancy di atas, saya jadi berpikir: memang benar, berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda itu, ... sama sekali bukan hal yang mudah. Kadang-kadang bikin frustasi, tapi kalau saya diberi kesempatan untuk melakukannya lagi, ... saya ga akan ragu-ragu untuk mengambilnya.

Labels: , ,

Saturday, April 12, 2008

Stay positive!

There have been a lot of ups and downs these past few weeks,... Feeling excited, but also hopeless at almost the same time that I didn't know anymore how to hold on.

Mind was occupied to stay being optimistic. Energy was spent to keep having spirit to go on. I kept moving. It's been a crazy week, I couldn't even imagine. But when I was feeling at the bottom, good things started to appear giving me hope. No, no, I know it's not just a coincidence. It just taught me that this is why we must never give up.

At the end of the week, I am exhausted. But I feel relieved, and content.
I know we're nearing there.

***

Hey, my friends, how impossible things look for you... let's keep our positive energy! This is how we're supposed to live, no?

Labels:

Thursday, April 03, 2008

9-to-5

Pergi lebih pagi, pulang lebih malam.
Ditambah dua tempat kerja yang terpisah kurang lebih 7 km, kebutuhan untuk datang di dua tempat dalam satu hari membuat lebih banyak waktu terpakai untuk perjalanan, dan energi terpakai untuk bersepeda. Pulang-pulang sangat lelah. Namun dalam tidur pun banyak hal terpikirkan.

Kata siapa masa-masa mengerjakan project itu 9-to-5? :)

***

Note: bukan protes, karena kok hari-hari seperti ini lebih menyenangkan daripada duduk tenang di depan komputer berjam-jam, ya? :)



Labels: ,

(masih tentang) masa depan

Sometimes we just have to give it a go.

Berpikir terlalu panjang sebelum melakukan sesuatu ada kalanya tidak terlalu baik. Bisa-bisa malah kebanyakan berpikir, dan hasilnya, apa yang menjadi tujuan tidak tercapai. Itulah yang akhirnya saya lakukan hari ini.

***

Beberapa minggu terakhir ini, saya sedang bekerja untuk membuat contrast agent* untuk MRI. Contrast agent ini kemudian akan di-"berikan" kepada sel, lalu akan dilihat efeknya melalui MRI. Banyak hal yang belum optimal dari contrast agent ini, padahal minggu depan sel saya sudah "siap" untuk percobaan. Hal-hal inilah yang membuat beban project cukup berat akhir-akhir ini: mengejar optimasi contrast agent, mengurus sel, dan memastikan bahwa kita memiliki teknik MRI yang tepat untuk hal ini.

Berminggu-minggu berkutat mencari formulasi contrast agent yang optimal. Tapi rasanya berkutat-kutat dalam contrast agent terus menerus tidak tampak seperti hal yang baik. Hal itu memakan waktu, bahkan bisa menghabiskan waktu satu project sendiri. Kalau seperti ini, bisa-bisa saya sama sekali tidak maju ke tahap test dalam sel, bagian yang justru menjadi tujuan. Akhirnya, bismillah, dengan informasi yang sudah saya punya sejauh ini, sudah saatnya berani melangkah maju. Hari ini saya membuat contrast agent yang siap untuk dipakai oleh sel. Mari kita lihat minggu depan, apa sel memberikan respon yang baik terhadap contrast agent ini. Setidaknya, langkah kali ini akan mengindikasikan jika project saya ini bukan hanya angan-angan, impian-impian (terlalu) tinggi para petinggi :D, belaka.

***

Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, ya?
Apalagi yang akan terjadi di masa depan. Merencanakan memang penting. Memikirkan baik-baik apa yang ingin dicapai, agar langkah yang diambil mendukung tujuan, juga adalah hal yang perlu. Tapi, kalau terlalu banyak berpikir, memastikan segala sesuatunya baik sebelum melangkah ke tahap berikutnya,... rasanya kita tidak akan pernah punya cukup informasi. Karena hari esok selalu merupakan misteri, dan ilmu kita terbatas. Dan kita perlu keberanian untuk memilih apa yang akan kita lakukan besok, selain berdoa dan bertawakal tentunya.


Di kala kepala saya sedang dipenuhi kabut tentang apa yang saya ingin (atau perlu?) lakukan di masa depan,... alhamdulillah ada satu alternatif yang terbukakan. Alternatif yang bisa saya bilang sangat berbeda dengan apa yang sudah saya lakukan (lagi-lagi!). Alternatif yang sepertinya bukan ideal, atau katakanlah tidak lazim untuk kasus saya. Bagaimanapun, alternatif tersebut sangat menarik. Menggiurkan, dan mungkin akan membukakan jalan yang lebih baik bagi saya. Siapa yang tahu? :). Yang saya tahu, mengambil alternatif ini membutuhkan banyak keberanian, untuk lagi-lagi, masuk ke dunia yang baru, yang betul-betul berbeda.

Masa depan, sungguh, hanya rahasia Yang Di Atas, ya. Yang hanya bisa saya lakukan adalah berusaha sebaik-baiknya di masa sekarang. Saya hanya ingin bahwa apa yang saya lakukan sekarang akan signifikan untuk masa depan. Berdoa.. semoga dibukakan jalan yang terbaik. Karena di antara banyaknya pilihan, hanya Dia yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita, bukan?

***

Catatan:
*contrast agent = bahan kimia yang jika dimasukkan ke dalam tubuh akan memberikan kontras pada gambar hasil pencitraan (contoh: hasil MRI).

PS: jika ada yang tertarik mengenai apa yang saya kerjakan, dengan senang hati silakan kontak saya, ya :).

Labels:

Tuesday, March 25, 2008

Dibutuhkan

tambahan energi!


Labels:

Thursday, March 13, 2008

another reflection

I had a short conversation this afternoon with one of my tutors at the university for my thesis project.
"So, you came here for your master. What did you do for your bachelor degree?"
"Ummm, Electrical Engineering."
"And you are working on cells now?!"
"Yeah, I know it's kinda weird relation :D."
"Good for you. Sometimes it's good to do something different."
Yeah, I've been working on something (almost completely) different to what I used to. I agree with him that I also found it nice to learn something different. I just hope that it doesn't make me not focus, instead, I wish all those things would be handy for me. But yeah, it was one of the bravest decisions I ever made. I don't regret it, though now I start feeling the consequences. I have to struggle and I need a lot of courage to keep going.

But, I choose to keep my faith that I'll do just fine. InshaAllah.
People never stop learning, don't they? And with encouraging and helpful people whom I met: my supervisors, my tutors, my lab mates,... I think I'll do OK. I can't thank you all enough!

My wish now is that at the end of the day, I'll be a better person.

Labels:

Wednesday, February 13, 2008

Tough!


These days are tough. I tell you. One of the toughest I have in years, and it doesn't seem to get kinder YET.


Anyway, I think I'm strangely enjoying every single bit of it, cause I know that even to just have the courage to stand it, is already something not ordinary. And as what a friend of mine said tonight, "If it can't kill you, it can only make you stronger."

I know. I know.
I'm struggling on to survive my very own dream. And I hope to be a better person once I get through this.

Labels:

Friday, January 25, 2008

curhat akhir minggu

Alhamdulillah.. mengakhiri minggu yang sibuk ini dengan berkencan ;)). Walaupun bukan dia yang menginisiasi (karena dia sering bilang dia lebih seneng makan masakan istrinya di rumah ;)) hehe, pinternya suamiku :), seneng sekali juga rasanya. La-la-la. Bisa ngobrol sambil makan, 3 jam! (Ya, sebenernya, setiap hari juga kerjaan kita ngobrol terus juga sih :D). Ga rugi (walaupun agak nyesel) bayar mahal, karena udah lama sekali juga nggak makan di luar dengan "proper course". Kita makan masakan india, setelah cari-cari ternyata ada restoran India yang menyediakan makanan halal di Eindhoven, silakan buka di sini.

***

Dua minggu ini padat sekali. Minggu lalu kursus di universitas, jadi setiap pagi bersepeda 20 menit ke universitas, di siang hari 30 menit kembali ke tempat kerja, dan sore hari 15 menit pulang ke rumah. Setelah sering bersepeda, akhirnya kemampuan bersepedaku bertambah juga (dulu, orang tua aja bisa nyusul aku, sekarang udah bisa nyusul dong :D). Jadilah minggu lalu itu banyak kesana kemari, dan rasanya riweuh. Kursus padat, termasuk harus presentasi progress dan rencana riset di grup, juga eksperimen yang masih pengen dikejar.

Awal minggu ini dilalui dengan perasaan bahwa minggu ini akan lebih ramah, tapi ternyata salah :D. Hari senin dimulai dengan menyiapkan sampel dan memang, sedikit bisa bersantai :). Tapi kemudian, hari selasa diawali dengan menyadari kalau 20 tube sampel semuanya salah hitung! :-( Habislah setengah hari untuk membuat sampel ulang (mana pake tumpah segala, huahua). Siangnya, ngukur di lab MRI. Dan ngukur 20 tube artinya: nyalain komputer, buka pintu ruang scanner yang berat itu, jalan beberapa meter, masukin sampel, jalan lagi, tutup pintu ruang scanner (masih yang berat itu juga), jalanin scanner, tunggu 2 menit, buka pintu ruang scanner, jalan lagi, ganti sampel, tutup lagi, seterusnya 20 kali bulak balik. Kalau kayak gini setiap hari, aku bakal sehat kuat! :D. Hari rabu dan kamis, nggak jauh-jauh dari scanner, walaupun dengan pekerjaan yang sedikit berbeda. Baru hari jumat ini, akhirnya bisa duduk lega di depan workstation (istilahnya..), baca paper, bales email, mrogram sedikit. Oh, hidup ini memang bisa terbalik-balik. Beberapa saat yang lalu rasanya saya bosan sekali duduk di meja kerjaku, tapi malah beberapa hari terakhir ini, bisa duduk sambil membaca dengan tenang adalah hal yang mahal!

***

Setelah 3 bulan ini project thesisku berjalan, alhamdulillah keliatannya semua berjalan di arah yang baik. Setelah presentasi minggu lalu (yang membuat saya lebih berpikir untuk merumuskan tujuan dan menentukan rencana project ini ke depan), semuanya jadi lebih jelas, dan lebih terarah. Lebih jelas bahwa pekerjaan ini akan sangat menarik, lebih jelas bahwa saya tidak salah memilih project (syukurlah, kalau mengingat saya mencari project selama berbulan-bulan :D), dan lebih jelas bahwa akan banyak energi yang perlu tercurah: dunia baru, ilmu baru, dan atmosfer yang baru.

Sangat bersyukur, bahwa saya mendapatkan supervisor baik yang juga seorang pendidik. Seseorang yang bukan saja bisa menjadi guru dan teman diskusi yang bisa membantu saya untuk memahami sesuatu dengan lebih mudah dan menjaga arah pekerjaan di jalan yang semestinya. Tapi juga, seseorang yang mengerti bahwa proses belajar itu tidak akan pernah berhenti, yang menghargai bahwa saya sedang berusaha sebaik-baiknya, dan
yang memahami bahwa seorang motivator akan membantu saya untuk optimis bukan saja dalam bermimpi, tapi juga: untuk bangun dan mewujudkan mimpi saya.

***
Ya Allah, berkahilah,.. dan mudahkan proses ini.
Izinkanlah agar kami semua menyadari akan ilmu-Mu dan tunduk akan kebesaran-Mu.

Labels: ,

Monday, November 26, 2007

minggu-minggu awal kembali...

Sudah 3 minggu sejak kembali settle di Belanda. Minggu pertama diisi dengan kesibukan mencari dan beres-beres rumah. Alhamdulillah dapet rumah ga terlalu jauh dari tempat kita berdua kerja (ok.. saya belum kerja, tapi anggaplah thesis internship sebagai bekerja juga).

Belanda sudah mulai musim dingin. Musim dingin ini tampaknya lebih dingin dari musim dingin tahun lalu. Akhir-akhir ini di Belgia dan Jerman sudah mulai bersalju, .. kapan ya salju datang ke Belanda? :). Di Belanda seringkali suhunya dan anginnya saja yang dingin, tapi salju selalu malu-malu turun. Sekalinya turun, ga bertahan lama karena langsung diguyur hujan.

Mulai November ini tesis sudah dimulai. Belum ada yang spesial, kecuali baca paper-paper setiap hari :D. Dalam satu minggu, 4 hari di perusahaan, dan satu hari lainnya di grup di universitas. Kombinasi yang baik. Berbeda dengan keadaan di grup di universitas, di mana saya adalah satu-satunya mahasiswa asing (kecuali satu orang lainnya, yang adalah PhD student), di perusahaan ini justru didominasi oleh mahasiswa asing! Dari sekitar 20 orang mahasiswa yang sedang internship, hanya beberapa orang Belanda, yang lainnya orang Perancis, orang Jerman, Spanyol, Portugis, Cina, dan tentunya Indonesia :). Alhamdulillah, saya dapat grup yang menyenangkan, dan perbedaan latar belakang ini membuatnya lebih menarik.

Tesis ini akan banyak melibatkan eksperimen, dan karena itu di awal-awal seperti ini belum bisa mandiri :(. Jadwal harus disesuaikan dengan jadwal orang-orang yang akan me-mentor-i, dan juga, jadwal kalau mesinnya ga lagi ngadat :). Tapi dua minggu ke depan ini, insya Allah eksperimen sudah mulai bisa berjalan. Besok buat campuran, besoknya lagi pengukuran, besoknya lagi buat emulsi, dan minggu depannya, MR scanner sudah di-book untuk saya pakai setiap hari! Exciting!!
Belum lagi juga rencana untuk "jalan-jalan" ke Belgia, karena alat yang diperlukan untuk salah satu pengukuran tidak ada di Belanda. Wah, semakin menarik :D Hehe, mudah-mudahan bukan hanya impian, karena kesempatan untuk bisa berkolaborasi seperti ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tapi di atas itu semua, mudah-mudahan rencana eksperimen pertama ini bisa berjalan lancar sesuai rencana. Amiiiin.

Dari beberapa minggu awal ini, saya juga belajar kalau kita ga boleh diam saja untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Kalau kita ga mengkomunikasikannya dengan baik, orang lain juga ga akan tahu. Dan mereka ga punya kewajiban untuk mencari tahu, tentunya. Dan karena kita sendirilah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kita sendiri --dan bukannya orang lain, kita yang harus memastikan bahwa setidaknya kita sudah berusaha untuk mendapatkan apa yang memang layak kita dapatkan.

Tiga minggu pengalaman baru --di tempat baru, baik rumah maupun tempat kerja, alhamdulillah. Memang ya, ada seseorang ketika pulang ke rumah (atau bahkan seseorang yang menemani pulang di sore hari :), ada seseorang yang membuat malam-malam tidak dilalui dalam kesendirian.. sungguh.. adalah kenikmatan yang betul-betul perlu disyukuri.

Labels: ,